• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab25112017

Last updateJum, 24 Nov 2017 3pm

Aneka

GP Ansor Gelar Diklatsar IV di Cibingbin

Diklatsar IV GP Ansor

Kuningan Terkini - PC (Pengurus Cabang) GP Ansor Kabupaten Kuningan kembali mengadakan Diklatsar (Pendidikan dan Pelatihan Dasar) ke IV di Ponpes Sabilunajah Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin Kuningan, Minggu (27/8). Diklatsar ini digelar, dalam rangka penerimaan anggota baru di tubuh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ansor NU.

Selama tiga hari ini, ratusan peserta Diklatsar dilatih dan diberi pemahaman soal menjaga keutuhan NKRI dan kebhinekaan, sekaligus antisipasi terhadap bahaya paham-paham radikal dan terorisme. “Diklatsar ini tak lain untuk menekan paham-paham radikalisme, dan memberikan pemahaman tentang bahaya terorisme,” ucap Ketua PC GP Ansor, KH Didin Misbahudin kepada awak media.

Menurutnya, generasi muda saat ini mulai diracuni beragam keyakinan yang berpotensi mengganggu stabilitas agama dan manusia. Sebagai upaya perwujudan dan penguatan persatuan kemanusiaan sesama warga negara, sekaligus upaya serius Ansor dalam menangkal ancaman radikalisme yang kian merebak di Indonesia, rekrutmen kader ini pun rutin digelar.

“Ini merupakan Diklatsar ke IV, dimana kita memfokuskan pada persoalan penting seperti menjungjung tinggi nilai kemanusiaan, pendalaman mengenai Nahdlatul Ulama (NU) dan kenegaraan,” tandasnya.

Dengan begitu lanjutnya, kemampuan dari masing-masing kader Banser dapat tersalurkan dengan profesional. Apalagi sudah adanya bidang di Banser itu sendiri, misalnya Balantas yang tugasnya mengatur lalu lintas, Bagana yang tupoksinya tanggap terhadap bencana, hingga densus 99 sebagai pencegahan terhadap tindak terorisme.

Sementara, Ketua Satkorcab Banser GP Ansor Kuningan, Elon Caslan menuturkan, para peserta Diklatsar termasuk orang-orang yang beruntung diantara lainnya. Sebab, bagi siapapun yang dekat dengan para ulama dan kiai akan diselamatkan.

“Ansor dan Banser merupakan ujung tombak para ulama NU. Calon peserta Banser akan mendapatkan menfaat lebih, sebagai garda depan dalam menjaga Ulama dan Negara akan dibekali dengan berbagai macam keilmuan seperti Agama, kenegaraan, hingga kesaktian,” ungkapnya.

Diharapkan, setelah mengikuti Diklatsar, para peserta akan menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan menjadi agen NU di lingkungan masing-masing sebagai kader GP Ansor.

“Semua warga negara berhak ditolong, karena sesama manusia, perlu diketahui oleh Sahabat Ansor dan Banser, yang harus dikedepankan adalah nilai kemanusianaan yakni persahabatan sesama warga bangsa. Saya bangga kepada para peserta Diklatsar Banser, sebagai penerus Perjuangan NU,” pungkasnya. (yan)

Add comment