• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel26092017

Last updateSel, 26 Sep 2017 8am

Aneka

Tolak Proyek PLPR, FPKPP Gelar Quis di Medsos

Pemenang quiz di medsos tentang keelokan Karang Pamulang masa lalu.

Kuningan Terkini, Palabuhanratu – Cara unik dilakukan Forum Peduli Karang Pamulang Palabuhanratu (FPKPP) untuk mengkritisi proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) yang diluncurkan Pemkab Sukabumi melalui Dinas Perhubungan sebesar Rp 296 Miliar. FPKPP menggelar quiz di medsos tentang keelokan Karang Pamulang masa lalu dengan aneka hadiah.

“Unjuk rasa beberapa kali tak mempan. Nah, kali ini pakai quiz di medsos,” papar Bayu Risnandar yang termasuk jajaran inisiator kegiatan ini di Hotel Bunga Ayu Palabuhanratu (9/9/2017).

Peserta quis di medsos ini kata Bayu, ada ratusan. Pemenangnya, 1. Asti Afriani (komentar terbaik), 2. Perli Rizal (komentar terbaik), 3. Zhella, dan 4 Fajar. Untuk Asti diganjar menginap satu malam di salah satu hotel ternama di Palabuhanratu, pemenang ke-2 dihadiahi makan gratis Dapur Muara Kenari yang sohor di daerah setempat.

“Pemenangnya yang memiliki like terbanyak,” katanya.

Bagi pemenang pertama, Asti, ikut quiz ini bukan semata demi hadiah. Sejak awal Ia menyayangkan, kenapa mengorbankan pantai paling nyaman dan aman bagi warga di sini. Padahal pantai di Palabuhanratu, masih banyak yang lebih layak. “Anggaplah, ini bentuk perlawanan kami atas rencana pembangunan yang serampangan,” katanya.

Sementara bagi Fajar (21), lulusan SMK Mutiara Palabuhanratu tahun 2015 yang sejak kelas 4 SD bermain di pantai Karang Pamulang mengungkapkan, sangat disayangkan bila area ini dijadikan pelabuhan. Ini menghilangkan kesempatannya berlatih selancar.

”Saya tidak mengerti mengapa pemerintah berbuat seperti ini. Titik pantai lainnya kan banyak,” ucapnya.

Peserta lain yang menjadi kejutan dalam ‘gempungan’, hadir sosok pecinta lingkungan yang selama ini “silently” (diam), namanya Abah Yadi “Saung Ijuk”.

Menurutnyas, bila terjadi pengerukan karang laut secara massif di teluk Palabuhanratu, ini akan merusak biota laut. “Sekarang belum begitu terasa dampaknya, nanti anak cucu kita akan kena dampaknya, sayangka,” pungkasnya.(Harri Sasfiari)

Add comment