• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel26092017

Last updateSel, 26 Sep 2017 8am

Aneka

Merpati Kolong Rebutan Piala Bupati

Bupati Kuningan saat menghadiri lomba merpati kolong Buati Cup.

Kuningan Terkini - Sejumlah pecinta burung merpati yang tergabung dalam PMTI (Persatuan Merpati Tinggi Indonesia) Kuningan mengadakan lomba merpati kolongan tinggi di Lingkungan Lebak Kardin Kelurahan Purwawinangun Kuningan. Dalam perlombaan itu, ratusan peserta dari berbagai daerah se Kabupaten Kuningan memperebutkan Piala Bupati bergilir.

Perlombaan merpati kolongan tinggi yang digelar selama dua hari itu, dibagi menjadi dua kategori merpati yakni kelas reguler dan kelas bintang. Bahkan, Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH turut hadir sekaligus membuka langsung perlombaan tersebut. Bahkan, Bupati Acep pun sempat menjajal ketangkasan burung merpati kolongan tinggi itu. Acep sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan positif itu, sekaligus bisa sebagai wadah menyalurkan para pehobi burung merpati dalam lomba ketangkasan burung tersebut.

“Alhamdulillah kita dalam rangka menyambut Harjad Kuningan ke 519 tahun, para pemuda dan pehobi burung merpati kolongan tinggi mengadakan perlombaan. Panitia sendiri, menyiapkan hadiah utama berupa piala bupati bergilir sekaligus uang pembinaan, sertifikat dan thropy,” ucap penyelenggara kegiatan Delly Sukma SE ditemani panitia lainnya Dodi Misjun kepada awak media, Senin (11/9).

Dirinya sengaja mengadakan lomba ketangkasan burung merpati tinggi, karena di Kuningan sendiri cukup banyak para pehobi burung kolongan tinggi. Ditambah, latihan rutin kerap dilakukan para pehobi merpati itu di sejumlah tempat seperti Awirarangan, Ciawigebang, Sidapurna, Pasapen, Lebak Kardin, dan wilayah lainnya.

“Jadi kategori perlombaan merpati kolongan tinggi ini ada kelas reguler untuk umum, dan juga kelas bintang khusus merpati yang sudah sering ikut lomba. Adapun aturannya, merpati harus masuk didalam area garis pembatas yang telah ditentukan dan turun di meja yang sudah disediakan pihak panitia, jika tidak maka peserta dianggap gugur,” sebutnya.

Pihaknya berharap, adanya perlombaan ini sekaligus mengajak kepada para pehobi burung merpati untuk bisa bergabung dalam paguyuban merpati di Lebak Kardin. Sebab, hal ini pun menjadi salah satu wujud untuk melestarikan dan mencintai burung merpati.

“Jadi tak hanya untuk kalangan usia dewasa, anak-anak pun bisa ikut dalam kompetisi ketangkasan burung ini. Tak ada batasan usia, yang penting hobi kita sama yakni sebagai pecinta burung merpati,” katanya. (yan)

Add comment