• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sel23072019

Last updateSel, 23 Jul 2019 6pm

Aneka

Warga Cigugur Temukan Satwa Langka

Hewan langka yag ditemukan warga Cigugur.

Kuningan Terkini - Warga sekitaran Kantor Kelurahan Cigugur temukan satwa langka jenis Kukang Jawa di teras rumah. Penemuan satwa ini terjadi di rumah kediaman Keluarga Haji Diding Sunardi, pada sabtu sore sekira pukul 18.30 wib. Dengan bantuan keponakanya, Diding berhasil mengamankan satwa langka tersebut dan memasukkan sementara ke bekas kandang Kucing dan memberi makan alakadarnya.

Pada awalnya, Diding tidak mengetahui hewan apa yang telah ditangkapnya, namun setelah diamati lebih detil, dan dicari informasi ternyata seekor Kukang Jawa yang sangat langka.

"Sabtu habis magrib, anak saya mau ngambil dongkrak kendaraan, tiba-tiba ada yang hewan aneh, matanya bersinar, saya lihat dan dibantu keponakan dan diamankan," tutur Diding.

Mengetahui Kukang Jawa adalah satwa yang dilindungi, diding akhirnya menghubungi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui call center yang ditemukan di laman internet. 3 Petugas BKSDA resort Cirebon pun datang dan terjadi serah terima Kukang Jawa pada Senin (22/04/2019) melalui surat yang ditandatangani kedua belah pihak. Sementara itu,

Kepala Resort BKSDA Cirebon Slamet Priambada, selanjutnya akan berkoordinasi dengan BKSDA Ciamis dalam menyelamatkan Kukang Jawa. "Kita akan kirim ke BKSDA Ciamis untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter baik secara fisik dan medisnya, selain itu jenis hewan ini memiliki racun" jelas Slamet.

Proses pemindahan Kukang ke kandang khusus milik BKSDA tak berjalan mulus. Beberapa kali di bujuk, Kukang enggan pindah kandang dan berbalik menyerang petugas sembari menyemburkan racun berupa cairan bening. Akibatnya perlawanan Kukang yang makin liar, tangan petugas tergigit hingga mengalami sedikit luka robek.

Menurut Petugas, Kukang yang ditemukan warga ini masih tergolong liar sehingga melukai tangannya. Menanggapi kejadian tersebut Haji Diding akhirnya mengijinkan BKSDA membawa Kukang dengan Kandang miliknya.

Ada dugaan, satwa tersebut pernah di pelihara orang lain. Hal ini diutarakan Haji Diding dan BKSDA dari petunjuk Kuku hewan tersebut yang nampak dipotong rapi. Namun dari prilakunya yang masih alami, kemungkinan dipelihara jangka waktu yang sangat singkat.

"Sebagai warga negara yang baik saya menyerahkan satwa inibkepada pihak yang berwenang karena Kukang jelas dilindungi Negara," pungkas Haji Diding disusul sambutan apresiasi petugas BKSDA. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh