• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sel23072019

Last updateSen, 22 Jul 2019 10pm

Aneka

SIHIR ITU BERNAMA QQ ?

Awang Dadang Hermawan

*Tadabbur Sejarah*

 

*SIHIR ITU BERNAMA QQ* ?

 

"Sihir adalah sistem konseptual yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam (termasuk kejadian, objek, orang dan fenomena fisik

 

*Istilah "sihir" berasal dari bahasa Arab, “sahara", "sihrun”, yang berarti tipu daya*.

 

*Secara terminologis menurut ulama tauhid, adalah suatu hal, perkara atau kejadian yang luar biasa dalam pandangan orang yang melihatnya.*

 

 

*Menurut al-Asfahani, ada beberapa makna "sahara", antara lain: "tipuan, imajinasi atau gambaran yang tidak nyata". Contohnya, seperti yang biasa dilakukan oleh pesulap yang dapat memalingkan pandangan dengan kecepatan tangannya, juga seperti yang dilakukan oleh pengadu domba, memfitnah dengan ucapan-ucapan yang manis yang dapat mempengaruhi pandangan orang lain.*

 

 

*Banyak ayat al-Qur'an yang menjelaskan tentang sihir. Seorang peneliti Tafsir dari UIN Ciputat, menjelaskan praktik sihir pada zaman Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW. Dalam surat 2, al-Baqarah ayat 102, misalnya, dijelaskan tentang asal-usul sihir pada zaman Nabi Sulaiman AS*.

 

 *Adapun kisah sihir yg populer dalam al-Qur'an adalah kisah tukang sihir Fir'aun melawan Nabi Musa AS, yang dijelaskan secara rinci dalam Surat al-Syu'ara ayat 32-51*. 

 

 *Menjadi menarik, dalam ayat 41 dan 42 disebutkan :*

 

 فَلَمَّاجَآءَالسَّحَرَةُقَالُوالِفِرْعَوْنَأَئِنَّلَنَالَأَجْرًاإِنْكُنَّانَحْنُالْغٰلِبِينَ

 

 *Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir'aun, Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang ?*

 

 قَالَنَعَمْوَإِنَّكُمْإِذًالَّمِنَالْمُقَرَّبِينَ

 

 *"Dia (Fir'aun) menjawab, Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (kepadaku)."*

 

 

*Kedua ayat itu menjelaskan, para tukang sihir dijanjikan imbalan yang besar oleh penguasa Raja Fir"aun, dan akan dijadikan orang-orang dekatnya, jika mereka berhasil mengalahkan Musa*.

 

 

*Sihir QQ Nasrudin Joha*

 

 

*Dalam artikel yg dirilis hari ini (Kamis, 18 April 2019), kolumnis medsos paling produktif saat ini, dalam tajuknya: *"Baiklah, Perang Total itu Telah Dimulai dengan Menggerakkan 'Pasukan Survei, Kami Siap Hadapi!*, *antara lain menulis :*

 

 

*Sebagaimana dugaan banyak kalangan, survei lembaga dan hitung cepat, Quick Qount (QQ), telah digunakan untuk melakukan 'pengkondisian opini' dengan tujuan membuat publik *tersihir* *dan akhirnya menerima 'kekalahan' secara pasrah*.

 

 *Kemenangan versi Quick Qount  ( QQ) ini, dibuat selisih tipis untuk mengkondisikan nalar publik agar mau menerima 'kekalahan' dan berdamai dengan keadaan*. *Pra kondisi menuju 'kemenangan rezim' telah ditindaklanjuti oleh rezim dengan merilis 'Quick Qount' dari lembaga-lembaga survei bayaran.*

 

 

*Sesungguhnya pengkondisian opini oleh lembaga survei ini, yang ditindaklanjuti dengan pengumuman trend kemenangan rezim melalui Quick Qount, adalah pra-kondisi menuju kecurangan yang sesungguhnya. Yakni, penulisan angka-angka dan keputusan pemenangan oleh otoritas lembaga pemilihan, yang telah mendapat legitimasi dari hasil hitung survei Quick Qount.*

 

 

*Keadaan ini membutuhkan 'legitimasi publik';  jika publik percaya pada hitung cepat lembaga survei, maka otoritas penyelengara pilihan akan berani menindak lanjuti hasil Quick Qount tersebut dengan menuliskan angka-angka dan keputusan pemenangan bagi rezim*.

 

 *Namun, jika opini publik melawan opini lembaga survei, maka otoritas penyelenggara pilihan akan berfikir ribuan kali untuk menulis angka-angka yang dikehendaki rezim, kemudian menuntun pena otoritas KPU untuk menuliskan hasil suara sebagaimana yang sebenarnya*.

 

 *Framing pemenangan rezim oleh lembaga survei menggunakan sarana Quick Qount yang disebarkan lewat media massa secara massiv ini, wajib dilawan dengan data dan fakta valid. Sebab sudah banyak bukti kebohongan terungkap, dan akhirnya menyerah kalah melawan kebenaran yang kemudian tersingkap (berkat keterbukaan media yang mustahil dibendung oleh siapa pun).*

 

 

*Refleksi*

 

 *Media memiliki peran penting dalam kebangkitan dan kejatuhan sebuah bangsa. Hal itu digambarkan juga dalam kisah penguasa Fir’aun*.

 

 *Demikian dikatakan Direktur Program Pengadaan Kader Ilmiah Jeddah, Saudi Arabia Syeikh Ahmad Bathahaf dalam Simposium Jurnalis Muslim yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat, Selasa (18/07/2017)*.

 

 *Syeikh Ahmad menjelaskan, kekuasaan Fir'aun yang begitu kuat sejatinya tidak bisa bertahan kecuali dengan kekuatan media yang dia bangun untuk mempertahankan kekuasaannya*.

 

 

*Hanya saja, corong media pada saat itu berupa simpul-simpul tokoh masyarakat dan tukang sihir*.

 

 

*Dia mengungkapkan, pada saat itu tukang sihir merupakan sarana untuk mengumpulkan khalayak dan menyampaikan kabar yang ingin disebarluaskan*. *Fir’aun,  mempergunakan hartanya untuk mengerahkan para tukang sihir tersebut. "Karena saat itu tukang sihir memiliki kesamaan dengan media, yaitu bisa mengubah keadaan atau pemikiran,” ujarnya.*

 

 *Tukang sihir menyampaikan ke publik bahwa agama Fir’aun iniah yang menunjukkan kepada kebenaran*. *Dan agama Musa dianggap sebagai agama yang akan menggantikan agama nenek moyang mereka*.

 

 

*Akan tetapi, pada akhirnya tukang-tukang sihir yang sebagian besar jujur, bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah, ketika menyaksikan kebenaran yang dibawa oleh Musa, hingga kemudian mereka mengikuti kebenaran Agama Nabi Musa*.

 

 *Dari kisah tersebut, jelas sekali pengaruh media massa sangatlah besar. Persamaannya, saat ini bisa disaksikan bagaimana imperium media Barat bisa mengubah pandangan masyarakat lewat media yang mereka miliki, mereka mampu mengubah dan membalikkan opini bahwa pejuang kebenaran menjadi pecundang dan "musuh bersama*."

 

 *Syeikh Ahmad selanjutnya menegaskan, bahwa dukungan media dalam dakwah, bukan hanya terjadi pada zaman Nabi Musa, karena semua Nabi ternyata juga menggunakan media massa dalam dakwahnya*.

 

 

 

*“Perjalanan para nabi dan usaha mereka menyebarkan dakwah dengan media massa adalah fakta yang tidak bisa dihindari*. *Akan tetapi media massa itu berubah-ubah dari masa ke masa,” tandasnya*

 

 

*واللهاعلم*

 

*Hadanallahu Waiyyakum Ajma'in*

 

 Kuningan, 19 Juni 2019

 

*Oleh : Awang Dadang Hermawan : 19530430*

 

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh