• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab23052018

Last updateSel, 22 Mei 2018 9pm

Hukum

Dugaan Pungli MI Cokro, Depag Cuci Tangan?

Foto Ilustrasi

Kuningan Terkini - Terkait dugaan pungutan liar (PUNGLI) di MI Cokro, nampaknya tidak direspon pihak pemdidikan Madrasah (Penmad) Departemen Agama Kabupaten Kuningan. Bahkan, kandepag Kuningan dengan Penmad Depak Kuningan terkesan saling lempar tanggungjawab dan terkesan cuci tangan.

Seperti diketahui, Beberapa orang tua siswa mengeluhkan tindakan MI Cokro yang di duga melalukan pungutanliar/pungli, sehingga orang tua siswa merasa terbebani dengan biaya yang harus dibayar dan di lunasi pada saat selesai Ujian nasional kelas VI. Biaya tersebut diantatranya, uang perpisahan Rp.275.000,uang pendaftaran masuk MTs/SMP Rp.50.000 dan pelunasan buku yang sudah di jual dengan harga ratusan ribu rupiah.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Departemen Agama Kabupaten Kuningan, Rohidin ketika dikonfirmasi melalui telpon genggam nya terkesan tidak begitu merespon adamya dugaan pungli di MI Cokro. Bahkan sampai berita ini di turunkan belum ada tindak lanjut sama sekali.

Kepala departemen agama (Kandepag) Kabupaten Kuningan, Mujain saat di minta tanggapan terkait dengan dugaa pungli tersebut mengatakan, ia berkilah sama sekali tidak tahu mengenai hal itu dan enggan untuk berkomentar. ”nanti saya komunikasi dengan pihak penmad secepatnya pak,” katanya.

Sementara, berdasarkan pantauan Kuningan Terkini, dugaan pungli bukan hanya satu sekolah. Diduga masih ada beberapa sekolah baik di Madrasah ibtidaiyah ataupun di Madrasah tsanawiah yang melakukanpungli.(MK)