• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sen25062018

Last updateSab, 23 Jun 2018 10am

Hukum

Jual Sabu, Pasutri Dibekuk Petugas

Foto ilustrasi

Kuningan Terkini - Aparat kepolisian dari Satuan Narkoba Polres Kuningan berhasil membekuk sepasang suami istri, warga lingkungan Lamepayung, Kelurahan Kuningan berinisial AR (37) dan AP (29) karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu. Penangkapan pasutri itu, bermula dari adanya informasi tentang aktivitas pelaku AR yang diduga sebagai bandar narkoba.

Keduanya berhasil ditangkap, setelah petugas, mengendus keberadaannya di Desa Karangmangu. Menyadari keberadaanya terendus petugas, pelaku AR sempat berusaha melarikan diri ke pemukiman warga, namun tidak terlalu sulit bagi petugas untuk menemukan pelaku dan meringkusnya.

Setelah dilakukan penggeledahan, petugas kepolisian menemukan barang bukti berupa empat paket narkotika jenis sabu yang disimpan dalam plastik bening dan dimasukan kedalam bungkus rokok, serta satu buah handphone merk Samsung.

“Barang bukti sabu sebanyak empat paket kecil berhasil kami temukan di saku celana pelaku. Kemudian pelaku berikut barang bukti kami bawa ke Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman melalui Kasat Narkoba Polres Kuningan AKP Dedih Dipraja dalam keterangan persnya, Rabu (4/10).

Dari hasil pemeriksaan, ternyata pelaku AR mengakui masih menyimpan barang haram tersebut di rumahnya. Atas informasi tersebut, petugas pun kemudian mendatangi rumah pelaku di Lingkungan Lamepayung untuk penggeledahan. Istrinya yakni AP yang mengetahui kedatangan petugas, mencoba membuang barang bukti yang tersisa tersebut ke kamar mandi.

Namun berkat kejelian petugas, akhirnya menemukan barang haram yang dibungkus dompet kecil warna coklat tersebut sekaligus meringkus AP. Didalam dompet tersebut, petugas mendapati lima paket narkota jenis sabu yang terbungkus plastik klip bening.

“Jika melihat barang bukti sebanyak itu, kemungkinan besar akan dijual pelaku. Untuk memastikannya, keduanya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Akibat perbuatan itu, pasutri tersebut dijerat Pasal 114 jo Pasal 112 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun," terangnya. (yan)