• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab26052018

Last updateJum, 25 Mei 2018 9pm

Hukum

Rekam Jejak Amin Santono Hingga OTT KPK

Anggota DPRRI  Komisi XI, Amin Santon

Kuningan Terkini- Baru-baru ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Anggota DPR Komisi XI, Amin Santono. Diketahui, politikus Demokrat yang juga ayah kandung Cawabup Kuningan, Yosa Octora Santono, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan resmi menjadi penghuni rutan lembaga anti rasuah tersebut.

Menurut informasi dari juru bicara KPK, Febri Diansyah, Amin ditahan di rutan cabang KPK yang berlokasi di belakang gedung merah putih. Amin tertangkap basah menerima uang senilai Rp 400 juta yang diberikan oleh seorang kontraktor bernama Ahmad Ghiast.

Berikut Rekam Jejak Amin Santono Hingga Terjaring OTT KPK

Merujuk dari situs Wiki DPR, Amin berhasil terpilih sebagai anggota DPR sebanyak dua kali, tahun 2009-2014 dan tagun 2014-2019. Pada periode pertama ia berhasil terpilih usai meraup 44.094 suara. Sedangkan di periode kedua, Amin berhasil mendapatkan 23.948 suara dari Dapil X Jawa Barat. Ia duduk di komisi XI yang mengurus bidang keuangan, perbankan dan di Badan Anggaran. Usai KPK menggelar jumpa pers, Partai Demokrat langsung mengambil sikap memberhentikan secara tidak hormat Amin Santono.

Menilik harta kekayaan yang dimiliki Amin, nilainya cukup fantastis, mencapai Rp 15,4 miliar. Itu berdasarkan dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ada di situs KPK. Amin tercatat dua kali melaporkan LHKPN, pada 22 Juli 2010 dan 1 Desember 2014. Total kekayaan Amin mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tahun 2010, Rp 8,9 miliar, empat tahun kemudian menjadi Rp 15,4 miliar.

Harta tidak bergerak totalnya mencapai Rp 11 miliar. Itu terdiri dari tanah dan bangunan yang tersebar di Kuningan, Bekasi dan Jakarta Timur. Untuk harta bergerak, Amin memiliki enam kendaraan roda empat dan satu motor. Enam mobil terdiri dari Toyota Kijang Innova tahun 2005, Honda CRV buatan tahun 2010, Ford Ranger, Honda City, Toyota Fortuner, dan Mitsubishi Outlander tahun 2013. Sementara untuk motor, ia memiliki satu Honda tahun pembuatan 2003.

Amin juga tercatat memiliki dua mesin pembuatan roti. Selain itu, Amin diketahui memiliki 14 jenis usaha, dimulai dari laundry, cuci mobil, makanan kebab, akupuntur, hingga counter pulsa. Ia diketahui juga memiliki logam dan batu mulia yang nilainya mencapai Rp 1,9 miliar.

Ada hal menarik, ternyata Amin memiliki putera bernama Yosa Octora Santono. Tahun ini, Yosa ikut pilkada Kuningan sebagai calon wakil bupati Kuningan berpasangan dengan cabup Toto Taufikurokhman Kosim. Paslon Toto-Yosa diusung oleh empat partai sekaligus, yakni PPP, Demokrat, PKS dan PKB.

Majunya Yosa ini mendapat dukungan penuh dari Amin dan isterinya. Kemudian muncul dugaan, ada aliran dana korupsi yang diduga ikut mengalir untuk membiayai pilkada puteranya tersebut. Bahkan, Ketua KPK, Agus Rahardjo menegaskan, KPK akan mendalami dugaan adanya aliran dana korupsi yang dilakukan oleh anggota DPR Amin Santono kepada anaknya, Yosa Octora Santono yang menjadi calon Wakil Bupati Kuningan./red