• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel14082018

Last updateSel, 14 Agu 2018 12pm

Aneka

PANCASILAIS SEJATI

Drs Dadang Hermawan

Oleh : Awang Dadang Hermawan

Ketua DPC Partai Bulan Bintang

Kuningan Terkini- Ketuhanan Yang Maha Esa adalah sebuah keyakinan yang harus terpatri di dalam jiwa dan kesadaran ruh masyarakat Indonesia. Bukan hanya sebatas lisan dan hafalan kepala saja. Kita harus yakin seyakin-yakinnya dengan Tuhan dan kuasa Nya. Bahwa kita adalah mahluk yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan yang menghendaki adanya perbedaan suku, bangsa dan agama serta budaya di dunia sebagai bukti bahwa Tuhan Maha Kuasa dan hanya Dialah Satu Yang Sempurna yang telah menciptakan perbedaan dengan penuh kesempurnaan sifat penciptaanNya.

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Terpatrinya Tuhan YME, (bukannya agama yang satu) yang wajib kita sembah, akan menumbuhkan rasa dan kasadaran manusia dengan kemanusiaan dan cinta kasih-nya yang akhirnya akan mewujudkan rasa adil di antara pemeluk keyakinan yang berbeda-beda. Hal ini akan melahirkan sebuah peradaban manusia yang luhur. Peradaban yang berasal dari kata adab yang berarti tata krama, budi pakerti, hormat-menghormati yang tentunya hal tersebut bukan sebuah manifestasi dari sebuah akar kefanatisan yang kokoh yang akan melahirkan tindak anarkis masin-masing pemeluk agama, ormas, dan lain-lain yang puncaknya akan membentuk sebuah piramida kokoh sikap kehewanan yang brutal dan biadab.

Persatuan Indonesia. Adanya rasa keyakinan terhadap satu Pencipta, sama-sama merasakan sebagai ciptaan Tuhan yang diciptakan dan ditakdirkan hidup di Indonesia akan menumbuhkan sebuah sikap persatuan yang kuat. Itulah Bhineka Tunggal Ika yang memuat filosofi berbeda-beda faham, akan tetapi satu keyakinan bahwa semua adalah ciptaan Yang Maha Tunggal, Tuhan YME, bukannya agama yang satu, atau ormas yang satu, atau politik yang satu, dan lain-lain.

Tan Hana Dharma Mangrwa, tidak ada kebaikan, ketuhanan yang jelek, semua telah ditakdirkan Tuhan, telah dikehendaki Tuhan, jika saling menyalahkan satu sama lain, sama saja menyalahkan pencipta Nya. Beradabkah manusia yang berani menyalahkan Penciptanya yang telah mencipta dengan penuh kesempurnaan.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Kerakyatan yang merupakan cermin sebuah persatuan, permusyawaratan yang merupakan cermin sebuah cara kemanusiaan untuk berkompromi dan berdialog dengan baik, saling hormat-menghormati, saling asah, asih, dan asuh dalam satu kesatuan wujud kehidupan yang penuh hikmah (pelajaran yang baik dari sebuah peristiwa) yang dibangun dari manusia-manusia yang hikmat (punya pengetahuan kerohanian yang baik untuk memahami dan mengerti apa yang bersumber dari Tuhan YME).

Kebijaksanaan yang berarti bijak (memahami persoalan dan merespon dengan sikap yang benar, tawadhu dan berjiwa besar), mencoba memahami maksud orang lain (sana) bukan bijak (sini) yang artinya memaksa orang lain mengikuti kemauan kita. Dengan sikap bijaksanalah sebuah keterwakilan dalam segala bidang terwujud karena kesadaran akan takdir masing-masing, bukan karena pemaksaan.

Petani nyaman dengan bertani dan sawahnya, penyair, pujangga, sastrawan tulus berkarya memberikan kedamaian lewat karya sastranya, pejabat, politisi tulus mengabdi karena yakin akan hukum Tuhan yang pasti nyata, sehingga mereka akan totalitas mengabdikan hidup dengan memberikan pengayoman, kebijaksanaan, yang membahagiakan semua pihak, bukan sebaliknya berupa sikap memanfaatkan rakyat kecil baik sedikit atau banyak untuk kepentingan pribadi atau golongannya. Yang menjadi pemuka agama juga akan memberikan kesejukan dan menuntun pada persepsi kesatuan Pencipta yang wajib disembah, bukan kesamaan agama yang harus dianut yang akhirnya menimbulkan kerusakan dan peperangan. Dalam seagama saja bisa memicu bentrok, apalagi memaksa di dalam perbedaan agama. Ajaran Ketuhanan yang satu pastilah akan menggiring kesadaran manusia yang beradab, bukan perpecahaan dan peperangan yang biadab.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan yang berarti rasa bahagia, puas, bukan tertindas dan terhimpit, rasa adil dalam seluruh lapisan sosial rakyat di Indonesia, keadilan berupa kebijaksanaan pemerintah untuk rakyat kecil, petani, pedagang dan sebagainya. Keadilan dan kenyamanan semua penganut agama dan kepercayaan di Indonesia untuk menjalankan ibadah penyembahan kepada Tuhan yang satu dengan tata cara masing-masing. Saling menghormati sebagai sesama manusia, bahwa kita manusia bukan binatang yang tidak berakal, yang dengan akal pikiran dan hati nurani haruslah punya rasa dan karsa yg sama untuk menempatkan sesama manusia sebagai yang harus diberikan keadilan yang sama. Ketuhanan Yang Mulia, Yang Satu, Yang Luhur layaknya bintang emas, yang kemudian melahirkan manusia-manusia yang sempurna lahir, batin/jiwa dan rohaninya,

Seperti syair yang sengaja dicipta dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, Indonesia Yang Besar dimana untuk mencapai kebesaran tersebut Bangunlah Jiwanya bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya. Dengan kuatnya Rohani, mental, otak, dan kecerdasan pun akan kuat sehingga badan semakin kuat karena dijaga dan dibudidaya oleh kesadaran suksmanya berupa kesadaran hidup dan kesadaran tinggi akan ketuhanan dalam segala aspek yang mewujudkan sosok manusia Indonesia seutuhnya, Manusia sebagai Ruh bangsa yang berjiwa besar sebagai cermin bangsa yang besar NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA RAYA yang AGUNG, LUHUR, MULIA, dan BESAR karena mengagungkan KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Pancasila yang disatukan oleh manusia yang telah memahami Ketuhanan-nya, serta Kemanusiaan yang teruraikan dalam Panca-Sila oleh rasa Ketuhanan yang telah mengendap dan mendarah daging pada diri manusia, yang telah memahami akan kodratnya sebagai ciptaan yang berwujud manusia, manusia yang tidak lupa kemanusiaan-nya. Manusia yg Mampu MEMANUSIAKAN MANUSIA, Hadir menjadi MANUSIA SEUTUHNYA Ditengah kegalauan (KEMUNGKINAN) SEKIAN PERSEN MAHLUQ Eksekutif, Legislatif, Yudikatif.

SIAPA PALING MERASA PANCASIALIS SEJATI? Hadanallahu Waiyyakum. KAMI SIAP menerima pembuatan kaos sablon partai, poloshirt sablon/bordir partai & kemeja sablon/bordir partai untuk segala kebutuhan CALEG & CAPRES pilihan anda, dengan harga yang bersahabat, mutu yang bisa terjamin kualitasnya & terpenting sampai sesuai dengan jadwal yang anda inginkan karena KAMI berkomitmen ke puas.***

Add comment


Security code
Refresh