• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Min20082017

Last updateJum, 18 Agu 2017 10pm

Ekonomi

Dipo Ilham: Kesenjangan Sosial Picu Radikalisme

Wasekjen DPP Partai Amanat Nasional, Dipo Ilham

Kuningan Terkini - Wasekjen DPP Partai Amanat Nasional, Dipo Ilham mengaku prihatin dan meyayangkan peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu, (24/5/2017). Menurutnya, kesenjangan sosial serta ketimpangan ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia menjadi pemicu tindakan radikal dan terorisme.

“Ketimpangan ekonomi, dan kesenjangan sosial berakibat pada kemiskinan masyarakat. Dengan kondisi tersebut, seseorang bisa memilih jalan radikal, dan terorisme tanpa mempedulikan lagi jatuhnya korban tidak berdosa,” ujar Dipo di Jakarta.

Menyikapi fenomena demikian kata Dipo, Ia merasa perlu adanya sebuah solusi untuk meminimalisir kesenjangan sosial, guna mencegah munculnya pemahaman radikalimse. Pemerintah harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, dan berupaya untuk menjaga kestabilan ekonomi.

“Akar dari permasalahan ini adalah karena kemiskinan. Untuk itu perlu ada solusi seperti penyediaan lapangan pekerjaan yang lebih luas, program pembinaan usaha, atau pelatihan keterampilan, dan lain sebagainya yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” jelas Dipo.

Kendati demikian terang Dipo, Fungsionaris Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini merasa, dampak psikologis yang terjadi pasca peristiwa bom di Kampung Melayu tidak akan berlangsung lama. Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk tidak tetap menjalankan kegiatan ekonomi seperti biasa dan terus menjaga kerukunan.

“Kejadian tersebut Insya Allah tidak akan berdampak besar pada ekonomi Indonesia. Prinsipnya jaga kerukunan, jangan mau dipecah-belah. Kita bersatu melawan terorisme," tutup Dipo.(red)

Add comment