• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab19082017

Last updateJum, 18 Agu 2017 10pm

Hukum

Sopir Angkot Demo, Tolak Kebijakan Satu Arah

Aksi demo ratusan sopir angkot di depan pendopo Kabupaten Kuningan.

Kuningan Tekini - Ratusan sopir Angkot 01. 04 dan 010 melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Kuningan, Selasa (7/3/2017). Mereka menuntut kebijakan satu arah yang telah diterapkan dikembalikan kesemula dengan alas an jalur satu arah sudah yang diterapkan sangat merugikan baik dari segi waktu maupun pendapatan.

Aksi demo dari ratusan sopir angkot tersebut, mendapat dukungan dari warga Cigembang yang merasa dirugikan karena, dengan diberlakukannya system satu arah tersebut, warga Cigembang harus berjalan kaki cukup jauh jika ingin menumpang angkot. Mereka menilai, kebijakan yang dibuat ini sangat menyengsarakan rakyat.

“Jalur satu arah yang diterapkan ini tidak menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan, justru kemacetan menjadi lebih parah. Selain itu jarak tempuh menjadi lebih jauh dan merugikan waktu yang berdampak pada pendapatan kami setiap hari, ” ujar salah seorang sopir, Agus menjelaskan.

Sementara salah seorang warga Cigembang dengan lantang menuntut kebijakan satu arah ini dikembalikan ke semula. Seyogyanya, pemerintah dalam mengambil kebijakan harus membela rakyat, bukannya menyengksarakan rakyat.

“Kami mendukung aksi yang dilakukan para sopir angkot. Kami juga sebagai penumpang merasa dirugikan. Biasanya, sebelum adanya pemberlakuakn satu arah, kalau mau naik angkot gampang, sekarang harus berjalan kaki cukup jauh,” katanya.

Terpisah, mantan Kadishub yang saat ini sudah pensiun, Sadil Damini mengatakan, dirinya menyayangkan adanya kejadian aksi demo ini. Seyogyanya, sebelum diberlakukannya system satu arah, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perhubungan mengundang pengusaha angkot dan instansi lainnya untuk berembuk terkait adanya kebijakan ini.

“Tidak langsung diterapkan dengan dalih sosialisasi. Saya rasa, jika hal tersebut dilakukan, tidak ada gejolak seperti ini,” terangnya.(j’ly)

Add comment