• Parlementaria
  • Profil
  • Wisata
  • Aneka
  • Home
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum23062017

Last updateJum, 23 Jun 2017 4pm

 

Hukum

Dugaan Pungli MI Cokro, Depag Cuci Tangan?

Foto Ilustrasi

Kuningan Terkini - Terkait dugaan pungutan liar (PUNGLI) di MI Cokro, nampaknya tidak direspon pihak pemdidikan Madrasah (Penmad) Departemen Agama Kabupaten Kuningan. Bahkan, kandepag Kuningan dengan Penmad Depak Kuningan terkesan saling lempar tanggungjawab dan terkesan cuci tangan.

Seperti diketahui, Beberapa orang tua siswa mengeluhkan tindakan MI Cokro yang di duga melalukan pungutanliar/pungli, sehingga orang tua siswa merasa terbebani dengan biaya yang harus dibayar dan di lunasi pada saat selesai Ujian nasional kelas VI. Biaya tersebut diantatranya, uang perpisahan Rp.275.000,uang pendaftaran masuk MTs/SMP Rp.50.000 dan pelunasan buku yang sudah di jual dengan harga ratusan ribu rupiah.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Departemen Agama Kabupaten Kuningan, Rohidin ketika dikonfirmasi melalui telpon genggam nya terkesan tidak begitu merespon adamya dugaan pungli di MI Cokro. Bahkan sampai berita ini di turunkan belum ada tindak lanjut sama sekali.

Kepala departemen agama (Kandepag) Kabupaten Kuningan, Mujain saat di minta tanggapan terkait dengan dugaa pungli tersebut mengatakan, ia berkilah sama sekali tidak tahu mengenai hal itu dan enggan untuk berkomentar. ”nanti saya komunikasi dengan pihak penmad secepatnya pak,” katanya.

Sementara, berdasarkan pantauan Kuningan Terkini, dugaan pungli bukan hanya satu sekolah. Diduga masih ada beberapa sekolah baik di Madrasah ibtidaiyah ataupun di Madrasah tsanawiah yang melakukanpungli.(MK)

Comments   

 
0 #20 game baccarat 2017-06-14 07:30
It is not my first tіme tօ pay a quick visit tһis
site, i am visiting tһis site dailly and take nice data from hedre alll thе time.



Herᥱ is my web ⲣage; game baccarat: http://www.idncasino.org/
Quote
 
 
0 #19 Suryadi 2017-05-20 20:48
Nyaho kode etik jurnalistik teu Man? Belegug .... Bodo katotoloyo bin Sontoloyo Ora Ono Polo !!!
Quote
 
 
+3 #18 Kasi madrasah 2017-05-15 09:34
Klarifikasi Kasi madrasah... Menyimpulkan bahwa yg ada di MI cokro bukan pungli karna, hasil keputusan komite,tidak dimanfaatkan oleh lembaga atau oknum staf pengajar, tetapi mutlak untuk kepentingan anak, dan rapat y dilakukan oleh komite bukan ilegal (tapi dipertanggungja wabkan). 1.bukti undangannya ada. 2.dokumentasiny a ada, berita kesepakatannya ada, dan tdk ada unsur pungutan atau paksaan tdk ada, bahkan y tidak mampu mendapatkan sering bagi y mampu.
Quote
 
 
+3 #17 Deden Alfisah 2017-05-14 20:28
Bagaimana bisa berita ini dapat dipertanggungja wabkan jika dalam penulisannya banyak sekali kesalahan. Jika Si Penulis benar memberitakan sesuatu dengan baik maka harus secara detail sebagai cerminan dari keakuratan dalam menyampaikan informasi.

Kesalahan-kesalahan itu ada pada penulisan nama madrasah, nama Kepala Kantor Kemenag Kuningan dan Nama Kasi Penmad Kemenag Kuningan.

Penulis terkesan SAKA... Saka Nyaho, Saka Denge...
Saya adalah orang Tua Siswa di Madrasah yg Penulis beritakan. Saya kira, ini adalah suatu pencemaran nama baik karena saya selalu mengikuti setiap rapat yang menghasilkan kesepakatan bersama.

Saya sarankan, penulis untuk mengklarifikasi atau menarik berita yang tidak benar ini dan sayapun sudah mengklarifikasi kronologi kejadiannya hingga berita ini dimuat.
Quote
 
 
+4 #16 Gito 2017-05-14 10:38
Si Maman sumberna? Lagu lama si eta mah :D
Quote
 
 
+5 #15 Geysha 2017-05-13 20:12
Koplak nich berita
Quote
 
 
+5 #14 ANDRI 2017-05-13 16:35
Harus dilakukan hak angket nih buat si ganteung maman truz ajuin ke dewan pers wkwkwkwkwkwk gubraaaaak !!!!!!!
Mulutmu harimaumu....
Benarkah itu mang beritanya? yang diberitain sabar ya buktiin aja kalau itu salah atau ceritain kronologinya. Pasti ada cerita uang di balik amplop. Uang hilang berita datang chiaaaaaaaat jebrod
Viz ahhhhhhhhhhhh :-* :-* :-* :-* :oops: :o :P
Quote
 
 
+6 #13 Wilna Layya Anjani 2017-05-13 16:26
hmmmmm pikasebeleun 8)

Jangan-jangan yang pungli itu orang yang enggak dikasih duit trus dia bales pake berita gitu ck-ck-ck-ck...

Penulisnya sudah tidak asing dimata dunia pendidikan mah kerap ME-RE-SAH-KAN
Quote
 
 
+6 #12 Iis Kahorunnisa 2017-05-13 16:16
Yang berbahaya itu jika berita yang dimuat salah. Sekolah-sekolah yang tidak faham kode etik serta aturan jurnalistik kerap menjadi lahan basah bagi (tanda kutif) orang nakal.
Mari kita sama-sama mengedepankan etika sebab pemberitaan yang menjurus pencemaran nama baik itu akan berakibat fatal bagi sebuah lembaga pendidikan.
Wajib diingat bahwa setiap lembaga pastilah memiliki out-put alumni yang sukses dan memiliki kedudukan terhormat, entah itu jd polisi, ASN, pejabat, tentara atau lainnya yg pasti setelah mendengar almamaternya diberitakan buruk secara sepontan tidak rela menerimanya.
Tidak dipungkiri sebagai masyarakat saya sendiri masih mendapati banyak oknum cap amplop atau wajib setor amplop. Kalau tidak dikasih maka konsekuensi buruk akan diterima. Semoga ini tidak terjadi pada yang lain.
Ini hanya sekedar sharing buat kawan-kawan terutama sdr. Maman
Quote
 
 
+6 #11 Gita Giany Lesyanti 2017-05-13 16:05
Semoga ini jadi pelajaran bwt c'mua'x...
Sebelum sebuah informasi diangkat ke media ada baiknya diteliti secara seksama.
Sekalipun diangkat ke media apalagi ada latar belakang intimidasi atau sejenisnya yg UUD (ngerti khan?), pihak yg merasa dirugikan dg berbagai bukti yg dimilikinya bisa lho menuntut balik pencemaran nama baik tersebut.
Menurut aku sih kalo udah ada berita acaranya, ada rangkaian keputusan bersamanya, ada daftar hadirnya, ada kesepakatannya atau jika perlu ada programnya kenapa tidak itu bisa jadi bukti.
mungkin yg lapor melapor itu kecewa, dendam atau tdk mau usul tp demen menggerutu di belakang padahal itu salah besar. Namanya juga musyawarah utk mufakat.
Nah yg dapat info juga musti nyadar, apa bener orang tua yg kecewa itu hadir atau nggak? Sdh mengajukan keberatan atau nggak? ataukah dia sudah mendatangi pihak sekolah secara baik pa nggak utk mengemukakan keberatannya.
Quote
 

Add comment