• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel13112018

Last updateSen, 12 Nov 2018 7pm

Olahraga

Eka: Ada Rekayasa Musorprov Koni Jabar 2018

Eka Santosa saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Kuningan Terkini, Bandung- Eka Santosa Koordinator FPOR (Forum Penyelamat Olah Raga) Jawa Barat, untuk kesekian-kali mengeluarkan statemen terkait rencana KONI Jabar menyelenggerakan Musorprov sebelum pelantikan gubernur Jabar terpilih pada 17 September 2018.

Menurut Eka, katanya, 12 September 2018, ini dugaan rekayasa percepatan, resminya berakhir Oktober 2018. Lakukan saja sesudah Asian Games dan Porda Jabar XIII Bogor (Oktober 2018), atau dibawah kepengurusan transisi, atau diperpanjang sesuai ketentuan.

“Yang lebih esensial, sejak awal kepengurusan 2014 – 2018 cacat sejak lahir. Ketuanya kan TNI aktif, ini menyalahi undang-undang. Akan saya ingatkan ke Pj. Gubernur Jabar dan Gubernur Jabar Terpilih.” kata Eka saat konperensi pers di Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa, Cimenyan Kabupaten Bandung (6/8/2018).

Konperensi pers ini dihadiri mantan para pengurus KONI Jabar dan para Ketua Cabor, di antaranya Achmad Riza Alhabsyi, Syarief Bastaman, Ali Racman, Nandang S, dan Deni (Wakil Sekum Silat).

“Yang tidak kami setujui hampir seluruh pengurus cabor (cabang olah raga), dalam kaiitan niatan Musorprov KONI Jabar (12 September 2018) digerilya untuk dimintai persetujuannya. Ini tidak benar,” kata Syarif Bastaman yang dikatakannya secara terpisah dalam konpers ini.

Sementara bagi Eka Santosa, setumpuk permasalahan di kepengurusan KONI Jabar saat ini, sudah melenceng dari marwah keolahragaan yang menjunjung tinggi nilai sportivitas serta sebagai alat pemersatu bangsa.

“Ini harus dibenahi dulu. Bukan tidak ada perjuangan saya dan kawan-kawan. Berkali-kali, mengingatkan gubernur dan wakil gubernur Jabar, namun tidak digubris. Tetapi sudahlah, bila sekarang ada niatan yang tidak prosedural, kita ingatkan Kang Iwan Bule dan Gubernur Jabar Terpilih,” ujarnya dengan menambahkan.

“Jangan sampai warga Jabar khususnya pecinta olah raga terperosok untuk yang kedua kalinya. Eka Santosa yang kini masuk pada Tim Optimasi Sinkronisasi (TOS) Gubernur Jabar Terpilih, akan segera membahas persoalan ini agar tidak menjadi batu sandungan bagi gubernur yang akan datang.

“Segera akan dibahas minimal dengan Kang Erry (Erry Riyana Hardjapamekas) dan anggota TOS lainnya Menyangkut tentang peta dukungan demi mengkahiri polemik ini, Achmad Riza Alhabssyi dan Syarif Bastaman menjelaskan, apa yang dikemukakan Eka Santosa telah didukung, sedikitnya 38 cabor dari 55, serta 21 dari 27 KONIDA, juga 5 badan fungsional dari 7 yang ada. Ini sudah memadai.

Di ujung konpers tatkala ada pewarta yang menanyakan kepada Eka Santosa, kemungkinan dirinya mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Jabar mendatang? Seketika ia sedikit menyerga.

”Tak ada niatan sedikit pun di hati saya. Jabatan ini pernah saya pegang dulu (2002 – 2006), sudah cukuplah.. Prioritas, benahi dulu kepengurusan saat ini yang cacat itu. Sangat banyak calon ketua lain yang berintegritas. Sekali lagi saya himbau malah, kepengurusan saat ini segeralah insyaf…”, pungkasnya dengan raut wajah serius (Harri Safiari)

Add comment


Security code
Refresh