• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Kam15112018

Last updateKam, 15 Nov 2018 3am

Olahraga

Faris Dukung Kejurnas Silat Kuningan Open

Pendekar Bujang Gila Tapak Sakti

Kuningan Terkini- Fariz Alfarazi yang memerankan Pendekar Bujang Gila Tapak Sakti pada film legendaris Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, Wiro Sableng, mendukung pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat Kuningan Open II tingkat nasional, di GOR Ewangga, 17-20 November 2018.

Melalui kiriman video berdurasi 21 detik, Fariz Alfarazi mengajak kepada para pesilat nusantara dari tiap provinsi, untuk ikut andil sekaligus memanfaatkan momen kejuaraan silat bergengsi yang diselenggarakan PBSS Kuningan.

“Bagi pesilat nusantara, silahkan mendaftarkan diri pada Kejuaraan Pencak Silat Kuningan Open II yang penutupan pendaftarannya tanggal 10 November mendatang. Jadi, masih ada waktu. Tetap semangat,” ujar Pendekar Bujang Gila Tapak Sakti, kemarin.

Hal serupa juga dilontarkan aktris pendukung film Wiro Sableng lainnya, Gita Arifin yang berperan sebagai Pendekar Kala Hijau. “Yuk, pesilat nusantara, ikutan Kejurnas Kuningan Open II dari tanggal 17-20 November 2018 di GOR Ewangga Kuningan-Jawa Barat,” ajaknya.

Tidak mau kalah, salah satu anggota tim koreo film Wiro Sableng, Reza Hilman mewanti-wanti kepada pesilat nusantara yang belum mendaftar untuk segera mendaftarkan diri.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua PBSS Kuningan, Iyan Irwandi, S.IP sangat mengapresiasi atas dukungan aktor dam aktris Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, Wiro Sableng.

“Terimakasih atas dukungan dan supportnya, semoga Kejuaraan Pencak Silat Kuningan Open II tingkat nasional berlangsung sukses seusai dengan harapan kita semua,” katanya.

Sementara, menurut panitia Pendaftaran Kejuaraan Silat Kuningan Open II, Gunawan Prasetio, hingga saat ini, ada sekitar 500 pesilat lebih yang telah mendaftarkan diri. Ada yang mendaftarkan atas nama perguruan silat, sekolah, perguruan tinggi, per seorangan dan asal daerahnya.

“Para pesilat, sebagian besar berasal dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Provinsi Sumatera,” tutur ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) STKIP Muhammadiyah Kuningan.(ge)

Add comment


Security code
Refresh