• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab26092018

Last updateSel, 25 Sep 2018 7pm

Pemerintahan

Tarif Parkir di RSUD’45 Mencekik Leher

Sekjen GASIBU Macan Putih DPD Kuningan, Enda S Wijaya

Kuningan Terkini- Masyarakat Kuningan terutama para penjenguk maupun keluarga pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan mengeluhkan sistem parkir kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat yang diterapkan oleh pihak RS. Pasalnya, tarif parkir yang dibandrol Rp. 2.000 per jamnya dinilai  mencekik leher.

Menurut Sekjen GASIBU Macan Putih DPD Kuningan, Enda S Wijaya, tidak semestinya tarif parkir di RSUD 45 menggunakan sistem hitungan jam. Sistem yang diberlakukan pihak RSUD Kuningan sangat memberatkan masyarakat. Sebab, kedatangan mereka di rumah sakit itu, selain untuk berobat juga menunggu keluarganya yang sedang sakit. Mereka tidak perlu dibebani lagi dengan persoalan jasa parkir yang terlalu mahal.

“Umumnya, warga yang datang ke rumah sakit itu tidak untuk bersenang-senang, tapi untuk berobat karena sakit. Bahkan sampai dirawat dan harus dijaga pihak keluarganya,” kata Enda kepada Kuningan Terkini, Selasa (14/08/2018).

Hal senada disampaikan Wasekjen Gasibu Macan Putih DPD Kuningan, Otong Hidayat. Menurutnya, kejadian ini pernah dialaminya saat menunggu keluarganya yang sedang dirawat di RSUD’45. Ia harus bolak-balik ke RSUD’45, bahkan terkadang harus menjaga keluarganya yang dirawat dari sore hingga pagi. Tokoh pemuda Awirarangan ini mengaku kaget saat keluar dari area parkir RSUD’45, karena harus membayar jasa parkir yang sangat mencekik.

“Saya harus merogoh kocek untuk bayar jasa parkir 12 ribu hingga 20 ribu. Jelas ini sangat memberatkan,” tegasnya.

Diakhir perbincanagn, Otong dengan tegas meminta pihak RSU 45 sesegera mungkin menghentikan sistem jasa parkir dengan hitungan jam. Buat system tarif yang tidak terlalu membebani masyarakat terutama kepada pasien dan para penjenguk pasien.

“Saya juga menghimbau kepada yang terhormat wakil rakyat yang berkantor di Ancaran, tidak tutup mata dengan sistem parkir di RSU’45 yang sangat memberatkan masyarakat ini,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh