• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sen23102017

Last updateSen, 23 Okt 2017 8am

Pendidikan

Ponpes Husnul Khotimah Gelar Tabligh Akbar

Tabligh Akbar yang digelar ponpes Husnul Khotimah.

Kuningan Terkini - Peringati Ulang Tahun Yayasan Husnul Khotimah ke-23, Ponpes Husnul Khotimah Kuningan menyelenggarakan Dzikir dan Tabligh Akbar, yang dilaksanakan di sekitaran masjid Al-Husna I (12/05/2017). Tabligh akbar yang dihadiri oleh santri Husnul Khotimah Maniskidul dan Pancalang, civitas akademika serta masyarakat sekitar, diisi oleh da’i dari Ciamis, K.H. Nonop Hanafi yang memprakarsai Long March santri Ciamis pada aksi 212 pada 2 Desember tahun lalu.

K.H. Nonop menyatakan kebanggaannya untuk bisa hadir di Ponpes Husnul Khotimah. Ia menyatakan dalam ceramahnya bahwa santri harus memiliki blueprint agar masa depannya menjadi sempurna. Blueprint ini nantinya akan menghasilkan 4 produk santri.

“Empat produk Pondok Pesantren itu antara lain ilmuwan, professional, ulama, dan aghniya (pengusaha). Keempatnya bisa menjadi ladang untuk menjadikan Islam disegani oleh dunia,” terangnya.

Untuk mencapai 4 hal itu tersebut, kata KH Nonop, memerlukan keimanan yang kuat. Melalui penyampaian yang menarik, ia menyimpulkan hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai keimanan tersebut. “Buah yang pertama adalah Semangka, yaitu semangat karena Allah. Berikutnya adalah Sirsak, yaitu silaturahmi sambungkan yang retak,” paparnya.

Selanjutnya adalah Apel, ayo pelajari Al-Quran. Ketika dekat dengan Al-Quran berarti hati kita sedang bersih dan ketika jauh dari Al-Quran hati kita kotor. Terakhir adalah Stroberi, selalu terobsesi untuk memberi,” jelasnya diiringi senyuman dari hadirin.

Seraya menutup pembicaraan, KH. Nonop berharap agar Husnul Khotimah menjadi pesantren yang lebih baik seiring dengan pertambahan usianya. Berikutnya acara ditutup dengan doa yang disampaikan oleh KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd., Al-Hafidz. (l.hakim)

Add comment