• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab15122018

Last updateKam, 13 Des 2018 7pm

Pendidikan

Pemilihan Rektor Unpad, Gaduh?

Dindin S Maolani saat memberikan keterangan persnya.

Kuningan Terkini- Tiba pada fase munculnya 3 calon rektor Unpad (Universitas Padjadjaran) 2019 – 2024, Obsatar Sinaga, Aldrin Herwany, dan Atip Latipulhayat, ternyata ada kegaduhan khas. Gerangannya, Obsatar Sinaga, tiba-tiba dilanda isu KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Asal tahu saja, terjadinya KDRT ini, pada tahun 2002 - alias 16 tahun lalu !

Mereaksi isu ‘miring’ ini pada Jumat, 28 September 2018 berlangsung diskusi ‘gempungan’ yang dihadiri , Dindin S Maolani, Memet Hamdan, Andri Kantaprawira, Muslim Mufti, Buky Wibawa, Mansur ‘Uung’ Ahmad, Henda Surwenda Atmaja, Avi Taufik, Sapta, Ifi Afiat, Tatang Setiawan, Irwan Muchtar, Acil Bimbo, dan lainnya.

Mereka mempertanyakan kinerja MWA (Majelis Wali Amanat) Unpad. Mengapa meloloskan calon rektor yang punya rekam jejak kasus KDRT? Bukankah institusi Unpad melekat dengan unsur atikan (pendidikan)? Apa jadinya bila pimpinan lembaga pendidikan kebanggaan warga Jabar, pernah tersandung kasus moral dan etika? Begitu, sebagian lontaran dari peserta gempungan ini yang juga beberapa di antaranya berusaha menetralisir polemik ini, demi mencari jalan keluar terbaik.

Dalam keterangan persnya, Dindin S Maolani menjelaskan hasil gempungan. Intinya mempertanyakan kinerja MWA, serta desakan segera membentuk tim investigasi independen. “Kejadian KDRT ini janganlah disepelekan, Karena telah membawa nama Unpad. Kasus ini kembali muncul dari mantan isterinya, jadi jangan diabaikan,” Seru Dindin.

Dindin mengaku sudah kontak dengan mantan istri Obsatar Sinaga melalui suaminya. Ia membenarkan perihal suratnya ke MWA termasuk ke Presiden Jokowi beberapa waktu lalu yang kini sudah tersebar di lini massa. Menurutnya, tidaklah mungkin peristiwa yang sudah pernah dilaporkan ke Polrestabes bisa hilang begitu saja. ”Malah pernah dilaporkan ke Kompolnas,” ucapnya.

Sementara, tokoh Jabar Acil Bimbo mengatakan, calon rektor ini jangan dipakai heureuy (main-main,red). “Harus diingat, keberadaan institusi pendidikan Unpad ini merupakan warisan dari para pendahulu tokoh Jabar. Salah satunya sebagai penjaga moral dan etika warga,” tegasnya.

Sementara, dalam talk show yang dihadiri tiga calon rektor Unpad, Obsatar Sinaga mengungkapkan keprihatiannya atas merebaknya isu ‘bukan orang Sunda’. Menurutnya, Sinaga itu adalah marga pemberian orang tuanya. “Saya cinta budaya dan adat Sunda, karena sudah melekat dari ibunya yang berdarah Sunda,” ucapnya.

Terpisah, Eka Santosa, Mantan Ketua Alumni FISIP Unpad yang juga Wakil Ketua IKA Unpad, Eka Santosa mengatakan, institusi ini harus dijaga marwahnya. Unpad yang melekat dengan pewarisan nilai-nilai kehidupan, pengelolanya, harus sarat dengan aspek keteladanan. “Ini tidak bisa ditawar,” tegasnya.(HS/GUN)

Add comment


Security code
Refresh