• Home
  • Parlementaria
  • Profil
  • Wisata
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Aneka

Sen29052017

Last updateSen, 29 Mei 2017 3am

 

Profil

Mahasiswa Uniku, Keynot Speaker Literasi KAA

Mahasiswa Uniku, Nursidik saat menjadi Keynot Speaker Literasi KAA

Kuningan Terkini - Satu lagi kabar gembira dalam acara Pekan Litrasi Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar pada akhir pekan kemarin, kembali mengharumkan Universitas Kuningan (Uniku). Pasalnya, dari 5 keynot speaker pada kegiatan bertajuk Manfaat Kompetisi untuk meningkatkan kompetensi diri, satu diantaranya adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Uniku semester 6, Nursidik.

Nursidik ketika dihubungi via telepon, Jumat (24/03/2017) mengatakan, 4 pembicara lainnya dalam acara yang di helat di Museum KAA (Konferensi Asia Afrika) tersebut, yaitu Kemala Wijayanti (Unpad) sebagai Duta Bahasa Jawa Barat & Nasional 2015, Alya Nurshabrina (UNPAR) sebagai Pemenang 1 Wajah Femina 2014, Albert Jonathan (UNPAR) sebagai finalis L-Men Awards Best Transformation 2017 dan Adisa Soedarso (LSPR) sebagai Miss Scuba Indonesia & Aktivis Lingkungan.

“Kegiatan yang di hadiri oleh berbagai kalangan dari mulai kaula muda sampai tua ini, makin meriah dengan hadirnya Shinta Safira sebagai "2nd RU Miss Indonesia 2013" sebagai Moderator,” katanya.

Dengan mengusung konsep dialong interaktif kata Nursidik, para pembicara menjelaskan satu persatu pengalaman pribadinya mengikuti berbagai ajang kompetisi, serta manfaat yg di rasakan dan mereka juga menjelaskan kontribusi serta peran serta mereka yg sedang atau akan di laksanakan ke depannya.

Mahasiswa Uniku yang akrab di panggil sidik ini menjelaskan, dirinya tidak pernah menyangka dapat di undang dalam acara tersebut. Terlebih, menurut informasi dari panitia penyelenggara, yang mengisi itu hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menjadi pembicara.

"Ini menjadi suatu kebanggan dan juga kehormatan bagi saya di undang dalam acara tersebut serta bisa duduk bersama orang-orang hebat di bidangnya masing-masing," jelasnya.

Saat presentasi sambung Sidik, dirinya menjelaskan hal-hal positif yang dapat di lakukan ketika mengikuti sebuah kompetisi, bagi siapapun tanpa mengenal asal orang tersebut. Ia menjelaskan tentang bagaimana pengembangan diri yang bisa di lakukan mahasiswa yang berasal dari daerah.

“Secara khusus, saya juga menjelaskan mengenai program "Gearakan Literasi" yang sedang digalakan bersama Duta Wisata lainnya yang berwujud kegiatan Volunteering sebagai pengajar Taman Baca Masyarakat (TBM) sebagai wujud bakti pada tanah Parahyangan,” pungkasnya.(NonaRizky)

Add comment