• Home
  • Parlementaria
  • Profil
  • Wisata
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Aneka

Sel23052017

Last updateSen, 22 Mei 2017 6pm

 

Sosial

Reuni Akbar SMAKU’82 Menggetarkan

Alumni SMAKU angkatan 981 berfoto bersama usai kegiatanmenanam pohon di kebun raya Padabeunghar.

Kuningan Terkini - Sedikitnya 150 orang alumni akbar SMAN Kuningan angkatan 1982 (SMAKU’82) menggelar reuni akbar. Teuni yang dimulai dari Sabtu (22/04/2017) hingga Minggu (22/04/2017) berlangsung sukses dan menggetarkan. Betapa tidak, alumni SMAKU’82 yang kebanyakan sudah sukses hadir untuk memeriahkan kegiatan digelar di wisma Mashudwisnusaputra serta penanaman ribuan bibit pohon di kebub raya Padabeunghar, Kuningan.

Menurut ketua panitia yang saat ini menjabat ASDA III Kuningan, Drs. Nana Sugiana, M.Si, reuni akbar SMAKU’82 merupakan kegiatan yang selalu dilakukan setiap tahunnya. Reuni akbar tahun ini, selain bersilaturami, juga menggelar penanaman ribuan pohon di kebun raya Padabeunghar Kuningan.

“Kegiatan reuni akbar ini meliputi bakti sosial berupa penanaman ribuan pohon di kebun raya Padabeunghar, temu kangen sesama alumni, terimakasih guruku dengan memberikan penghargaan dan kadeudeuh untuk para guru yang telah berjasa mendidik semasa sekolah,” katanya kepada Kuningan Terkini, Minggu (23/04/2017).

Sementara, menurut sal;ah seorang alumni SMAKU’82 Kuningan yang telah sukses membangun usahanya di Bekasi, DR. H Agus Suparman, MM, kegiatan ini sangat positif, selain bisa bertatap muka dengan sesama alumni, juga bisa berkiprah untuk membangun kuningan melalui kegiatan penamanan pohon demi tejaganya ekosistem dan lingkungan di Kabupaten Kuningan.

Pohon kata Agus, merupakan komponen terpenting dalam sebuah ekosistem. Pohon juga memegang peran penting dalam keselamatan lingkungan suatu alam. Bisa dibilang pohon merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi oksigen dengan mekanisme yang rumit dan dilakukan secara berurut-urutan tanpa tanda celah.

“Di saat hujan turun, akar pohonlah yang berperan penting untuk menyerap air hujan, sehingga ketersediaan air tanah secara berkesinambungan tetap terjaga dan menjadikan debit mata air, sungai dan danau tetap besar, serta tidak terjadi kekeringan pada musim kemarau dan pada musim penghujan bencana banjir tidak terjadi,” terangnya.(j’ly)

Add comment