• Home
  • Parlementaria
  • Profil
  • Wisata
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Aneka

Sen27032017

Last updateSen, 27 Mar 2017 1pm

 

Wisata

H. Amin: Keberadaan Delman Harus Dipelihara

H Amin Santono

Kuningan Terkini – H. Amin Santono, anggota DPR-RI fraksi Partai Demokrat Komisi XI menilai, kendaraan tradisional Delman yang merupakan ciri khas dari Kabupaten Kuningan ini, harus terus tetap terpelihara keberadaanya. Hal ini terungkap saat Pituin Asli Kuningan ini menghadiri festival Kuda Delman yang digelar oleh Keluarga Mahasiswa Kuningan (Kamuning), Sabtu (21/01/2017).

“Hubungan dengan delman dan kuda tidak bisa dipisahkan, saya berharap, kendaraan tradisional delman ini selalu ada di Kuningan,” kata Amin Santono menjelaskan.

Untuk mempertahankan keberadaan kendaraan kuda delman ini kata Amin, Kabupaten Kuningan harus memiliki terobosan baru, agar kuda delman ini tidak hilang. Tentu sesuai dengan tujuan visi misi Kuningan dalam mengembangkan pariwisata. Selain itu, Kabupaten Kuningan juga harus menganggarkan yang cukup bagi para kusir dan pemeliharaan kendaraan delman itu sendiri.

“Kalau dihitung, tidak seberapa jika pemerintah daerah menganggar untuk pemeliharaan kendaraan delman dan kusirnya,nya. Kesehatan kudanya juga harus diperhatikan, agar kendaraan ini tidak hilang,” tuturnya.

Sementara, Ketua Perdokar Kuningan, H Irwan Sukmawan mengatakan, saat ini ada pengurangan jumlah kuda delman di Kunngan. Jumlah delman kuda saat ini berkurang, dari 650 menjadi 485 se-Kabupaten Kuningan, baik yang ada di Cilimus, Kuningan dan Ciawigebang.

“Karena banyaknya angkutan yang bermunculan, sehingga delman ini kalah dengan angkot dan ojek yang bisa masuk ke gang-gang. Selain itu juga bayak kusir delam yang beralih profesi, seperti mejadi tukang bangunan dan petani. Hal itu disebabkan karena penghasilan kusir delman yang tidak seberapa, diperkirakan hanya Rp40 ribu dalam sehari,” terangnya.

Ia berharap, kedepan agar pemerintah terus perhatikan para kusir delman ini, seperti pemeliharaan kendaraan kuda delman. Meskipun pada tahun kemarin pemerintah daerah menganggarkan untuk bantuan bagi para kusir delman, tetapi untuk tahun ini tidak mendapatkan bantuan.

“Kalau dulu bantuannya adalah dalam bentuk pengecatan kendaraan kuda delman, penggratisan STNK Dokar dan SIM, karena para kusir ini harus memiliki SIM meski bukan kendaraan bermotor juga, kami harap pemerintahda erah terus memperhatikan kendaraan kuda delam,” tandasnya. (l.hakim)

Add comment