• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab22092018

Last updateJum, 21 Sep 2018 11am

Kesehatan

Sekda Angkat Bicara Soal RS Sekarkamulyan

Kuningan Terkini - Desakan penolakan terkait rencana pengembangan RS Sekarkamulyan Cigugur di Kelurahan Cipari Cigugur Kuningan oleh sejumlah Ormas Islam, akhirnya ditanggapi serius Sekda Kabupaten Kuningan, H Yosep Setiawan MSi. Bahkan, kabar permohonan rencana pembangunan pengembangan RS Sekarkamulyan kepada pemerintah daerah itu dibenarkan langsung oleh Sekda.

“Permohonan itu sudah. Kita juga sudah merapatkan serta rapat evaluasi. Kita akan melakukan kajian dulu,” ucap Yosep ketika ditemui awak media, Rabu (20/1/2016), usai gelar rapat terbatas bersama DPRD Kabupaten Kuningan.

Apabila dari segi tata ruang kata Yosep, hal tersebut tidak ada masalah. Hanya saja, ada batas dengan tanah milik warga masyarakat yang keberatan apabila dibangun rumah sakit. Termasuk soal daerah yang dinilai sebagai kawasan resapan air.

“Ya itu (daerah resapan air, red) termasuk dipermasalahkan oleh masyarakat kan, tapi itu kan harus diteliti terlebih dahulu. Kemana dibuangnya, dibagaimanakan, kan itu harus ada kajian dulu. Kita bicara aturan dulu bagaimana, dari segi teknis lalu dari segi sosial juga kita kaji, namun itu kan bukan ranah BKPRD yah kalau dari segi sosialnya,” bebernya.

Yosep menekankan bahwa, apabila daerah yang direncanakan pembangunan RS tersebut dinilai sebagai kawasan resapan air, hal tersebut harus diuji terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya.

“Kan harus diuji dulu lah, harus diuji semuanya juga yah, ada ahlinya, jangan katanya. Kita kaji dulu,” tandasnya.

Pihaknya mengaku, pemerintah sejauh ini masih melakukan kajian-kajian dalam pendalaman terkait rencana pembangunan RS tersebut.

“Ya tata ruangnya, RDTRnya, resapan airnya gimana, serta limbahnya. Jadi bukan hanya resapan air, limbahnya juga seperti air kotoran bekas medis serta sisa-sisa alat kesehatan (Alkes) jarum suntik dan sebagainya, kan itu harus jelas. Itu yang sedang kita bahas,” ujarnya.

Sebelumnya, penolakan terkait rencana pembangunan pengembangan RS Sekarkamulyan di daerah Cipari menuai penolakan dari sejumlah Ormas Islam di Kuningan. Salah satunya yakni Ormas Islam Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Kuningan menyatakan menolak keras hal tersebut.

“GPK Kuningan dengan tegas dan tak ada kompromi dengan pihak manapun, untuk menyatakan diri menolak keras rencana pembangunan pengembangan RS Sekarkamulyan di Cipari,” tegas pengurus GPK Kuningan, Enang ketika bertemu awak media di gedung DPRD Kuningan. (AND)

Add comment


Security code
Refresh