• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Kam23112017

Last updateKam, 23 Nov 2017 10pm

Kesehatan

World Health Day 2016‬

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) Asep Sufyan Ramadhy SKed

Kuningan Terkini - Hari ini 7 April merupakan Hari Kesehatan Sedunia. Untuk tahun 2016 ini, organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan tema "Beat Diabetes".

Pada 2008, diperkirakan 347 juta orang di dunia menderita diabetes dan prevalensi itu terus bertambah, terutama di negara-negara dengan penduduk berpenghasilan menengah-rendah.

Pada tahun 2012, penyakit tersebut telah menjadi penyebab langsung sekitar 1,5 juta kematian di dunia dan lebih dari 80% diderita oleh berpenghasilan menengah-rendah.

Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin atau ketika tubuh tidak cukup efektif dalam menggunakan hormon insulin.

Di sisi lain hormon insulin ini berperan dalam mengatur kadar gula darah (glukosa) yang menjadi sumber energi bagi seluruh sel tubuh kita. Ketiadaan insulin menyebabkan glukosa tak dapat masuk ke dalam sel, tak bisa ditransformasikan menjadi energi dan karenanya kadar glukosa meningkat di dalam darah.

Seiring dengan perjalanan waktu, gula darah yang tinggi dapat merusak setiap sistem organ dalam tubuh sehingga mengakibatkan serangan jantung, stroke, kerusakan saraf, gagal ginjal, kebutaan, impotensi dan infeksi yang dapat berakhir dengan tindakan amputasi.

Ada beberapa pesan kunci dari WHO dalam peringatan Hari Kesehatan Sedunia 7 April 2016 ini, antara lain :

1. Epidemi diabetes berlangsung sangat cepat pertambahannya di beberapa negara, bahkan secara dramatis terjadi di kalangan penduduk yang berpenghasilan rendah dan menengah.

2.Sebagian besar kasus diabetes adalah dapat dicegah. Gaya hidup sederhana yang ditandai dengan menjaga berat badan normal, terlibat dalam aktifitas fisik secara teratur, dan diet yang seimbang secara efektif telah terbukti mampu mengurangi risiko terkena diabetes, khususnya diabetes tipe 2.

3.Diabetes sendiri bisa diobati. Diabetes dapat dikendalikan dan dikelola dengan baik sehingga dapat terhindar dari berbagai komplikasi. Peningkatan akses untuk diagnosis dini, pendidikan untuk pengelolaan mandiri, dan pengobatan yang terjangkau merupakan komponen-komponen vital dalam merespon situasi tersebut.

4. Berbagai upaya pencegahan dan pengobatan diabetes menjadi penting dalam rangka mencapai tujuan ke-3 Sustainable Development Goals (SDG's) yakni mengurangi / menurunkan kematian dini akibat penyakit-penyakit tidak menular sekitar 30% pada tahun 2030.

Karena itu, banyak sektor yang berperan penting dalam hal ini termasuk pemerintah, pekerja, pendidik, dunia usaha / industri, sektor swasta, masyarakat sipil, media dan individu sendiri.

 

Penulis : Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) Asep Sufyan Ramadhy SKed

Add comment