Kesehatan

Harus Dioperasi, Bocah ini Butuh Bantuan

Bhabinsa Polsek Ciawigebang saat menejenguk bocah yang memiliki kalainan pada alat kelaiminnya.

Kuningan Terkini - Seorang bocah perempuan berusia 3 tahun asal Dusun Cimenang, Rt 03/02, Desa Mekarjaya Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan yang berasal dari keluarga tidak mampu sangat membutuhkan bantuan dermawan. Pasalnya, bocah perempuan yang diketahui bernama Hanunah Alfah Dayyinah harus segera dioperasi karena menderita kalainan pada alat kelaminnya.

Jika dilihat secara kasat mata, balita ini tidak jauh berbeda dengan anak-anak lain seusianya. Kondisi fisiknya pun tidak memiliki kelainan. Namun, sejak lahir, ada tanda warna hitam dibagian kukunya dan pada alat kelaminnya terdapat benjolan. Melihat ada keanehan pada tubuh Hanunah, orangtuanya langsung memeriksakan ke Puskesmas setempat, yang kemudian dirujuk ke RSUD 45 Kuningan.

Karena peralatan medis di RSU 45 tidak lengkap, akhirnya Hanura dirujuk kembali ke RSCM Jakarta. Setelah menjalani pemeriksaan lengkap di RSCM Jakarta, ternyata sel gennya tidak berpungsi. Hal ini menyebabkan bagian klitorisnya membengkak, sehingga harus menjalani pengobatan seumur hidup.

“Sejak lahir, ada tanda hitam pada bagian kukunya. Hal ini saya anggap biasa, namun semakin lama pada alat kelaminnya ada benjolan yang semakin membesar. Ternyata, setelah diperiksa, sel gennya tidak berfungsi. Ini yang menyebabkan bagian klitorisnya membengkak. Harus dioperasi, jika tidak, harus menjalani pengobatan seumur hidup,” kata orang tua Hanunah, Maya kepada Kuningan Terkini, Kamis (14/4/2016).

Saat ini kata Maya, anaknya harus menjalani pengobatan rutin setiap hari dengan minum obat Hidro Kortison. Obat tersebut dibelikan ayahnya, Tarkoni (51) yang saat ini bekerja sebagai montir di Jakarta. Jika terlambat minum obat, muncul bintik warna hitam dibagian kukunya.

“Saya bingung mas. Saya kesulitan untuk terus membiayai anak saya berobat. Kemarin dari Dinas Kesehatan yang datang. Mereka memberikan solusi, katanya harus membawa dokter ke RS di Jakarta untuk mengetahui berapa biaya pengobatannya. Tapi membawa dokter kan juga membutuhkan biaya,” ungkapnya.

Sementara, Kelapa Dusun Cimenang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciawigebang, didampingi oleh Bhabinsa Polsek Ciawigebang menuturkan, ia pun merasa kebingungan untuk membantu warganya. Dirinya berharap, pemerintah daerah bisa membantu kesulitan yang dialami warganya.

“Ingin membantu, tetapi tidak tahu harus kemana. Saya harap pemerintah bisa memberikan bantuan,” harapnya. (l.hakim)