• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Min22042018

Last updateSab, 21 Apr 2018 1am

Olahraga

Kisruh BK Biliar, Ini Kata Mantan Ketua KONI Jabar

Eka Santosa

Kuningan Terkini - Kisruh terkait pelaksanaan Babak Kualifikasi PORDA XII Cabor Biliar semakin meruncing. Kedua kubu, baik Pengprov POBSI Jabar yang didukung oleh 17 pengcab se Jabar maupun kubu yang didukung Ketua KONI Jabar menggelar babak kualifikasi (BK) secara berbarengan ditempat berbeda, di Cirebon dan Bekasi.

Berdasarkan informasi, kedua kubu bersikukuh mempertahankan argumennya masing-masing tanpa ada penyelesaian yang jelas. Pengprov POBSI Jabar menilai keputusan ketua KONI Jabar membuat SK pelaksanaan BK kepada pengcab Bogor menyalahi aturan. Sementara, pengcab Bogor yang menerima SK pelaksanaan BK dari Ketua KONI Jabar bersikukuh pelaksanaan BK di Bekasi sah.

Melihat kekisruhan yang terjadi ini, mantan ketua KONI Jabar, Eka Santosa yang sekarang menjabat ketua umum Gerakan Hejo angkat bicara. Menurutnya, hal ini tidak pelu terjadi, jika saja ketua KONI Jabar, Ahmad Saefudin bijak dan mau menjembatani kekisruhan ini, bukannya malah ikut nimbrung ngomporin hingga semakin panas.

“KONI memiliki tugas pokok merencanakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, kinerja wasit, pelatih dan manajer, guna mewujudkan prestasi keolahragaan nasional menuju prestasi internasional, serta turut memperkokoh persatuan dan kesatuan dan ketahanan nasional dalam rangka mengangkat harkat serta martabat Indonesia,” papar mantan Ketua KONI Jabar periode tahun 2002-2006 kepada Kuningan Terkini, Senin (18/12/2017).

Dari sini saja kata Eka, sudah jelas. KONI memiliki tugas pokok merencanakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, kinerja wasit, pelatih dan manajer. Jadi, KONI tidak perlu repot-repot buat SK seperti yang terjadi sekarang. Hal ini jelas berdampak kurang baik bagi perkembangan olahraga, khususnya di Jabar.

“Seorang pemimpin itu harus bijak, tidak berpihak. Rangkul mereka, undang mereka untuk menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin. Segala permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan lewat jalur musyawarah, hal ini juga tertuang dalam ad/art KONI,” terangnya.

Diakhir perbincangan, Eka mengingatkan agar Ketua KONI Jabar sesegera mungkin menyelesaikan kekisruhan yang terjadi dengan bijak. “Tidak perlu lagi bicara keputusan tertinggi ada di KONI, keputusan tertinggi itu ada dalam musyawarah,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment