• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab21102017

Last updateJum, 20 Okt 2017 11am

Pemerintahan

BNN Kuningan Mengudara, Sosialisasi P4GN

BNN Kuningan saat sosialisasi P4GN melalui radio RRI Cirebon.

Kuningan Terkini - Prihatin dengan keadaan darurat narkoba di Indonesia khususnya wilayah ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), RRI Cirebon menghadirkan BNNK KUNINGAN untuk mensosialisasikan program P4GN, Rabu (19/4/2017) di ruang pro 1 gedung RRI Cirebon.

Acara bertajuk strategi pencegahan dan pemberdayaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini menghadirkan narasumber Edi Heryadi, M.Si selaku kepala Bnnk Kuningan dan Agus Mulya kasi Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat didampingi oleh penyuluh Novy Khusnul Khotimah.

Menurut Edi, penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah tinggi. Di Jawa Baratpun sudah mencapai prevalensi 2,42% dari 45 juta penduduk. Sehinga perlu penanganan yang segera terutama partisipasi dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pemerintahan, pendidikan, swasta, dan masyarakat secara umum.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 sampai dengan 10.00 WIB ini, memancing dialog interaktif pendengar yang menanyakan ketakutan lapor untuk rehabilitasi karena takut ditangkap polisi. “Penyalahguna yang lapor secara suka rela tidak dipenjara. Berbeda jika tidak melaporkan diri malah bisa dipenjara. Karena dalam undang- undang sudah diatur,” terangnya.

Sebelum acara berakhir, Edi menyampaikan 6 pesan dari Presiden Joko Widodo, diantaranya Pertama, Semua kementerian lembaga menghilangkan ego sektoral, semua keroyok rame-rame. Kedua, presiden tidak pernah lupa mengingatkan untuk menyatakan perang terhadap narkoba. Penanganan hukum harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan-jaringan yang terlibat.

Ketiga, tutup semua celah penyelundupan narkoba. Tutup celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik dipelabuhan maupun di bandara, juga di pelabuhan-pelabuhan kecil kita. Keempat, Presiden meminta agar kampanye kreatif bahaya narkoba terus digaungkan terutama untuk kalangan muda.

Kelima, pengawasan di lembaga pemasyarakatan (lapas) lebih diperketat. Keenam, yaitu program rehabilitasi harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba dapat benar-benar terputus.(NonaRizky)

Add comment