• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel21112017

Last updateSel, 21 Nov 2017 7pm

Pemerintahan

Puncak HANI 2017, BNNK Deklarasi Stop Narkoba

Penyuluhan anti narkobasaat MOS siswa Husnul Khitimah,

Kuningan Terkini - Acara puncak peringatan HANI (Hari Anti Narkotika Internasional) ditandai dengan upacara bendera. (13/7) di halaman kantor BNN Kabupaten Kuningan. Selain pegawai BNN, upacara dihadiri beberapa komponen masyarakat. Diantaranya, UPTD Puskesmas, LRKM (Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat), Organisasi Masyarakat, dan organisasi kepemudaan yang seluruhnya berjumlah 20 institusi atau 130 orang peserta.

Dalam upacara, kepala BNN Kabupaten Kuningan, Edi Heryadi membacakan sambutan dari Menkopolhukam Wiranto mewakili Presiden yang berisi keprihatinan mengenai salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Yaitu, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang sangat memprihatinkan.

“Peredaran menyasar ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari dewasa sampai dengan anak, dari kota sampai dengan pelosok desa. Sehingga, menjadi ancaman serius terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara,”katanya.

Selain itu kata Edi, pihaknya mengajak semua sebagai warga Negara Indonesia untuk meningkatkan peran serta dengan sekuat tenaga, potensi dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Semuanya harus berpartisipasi termasuk unsur pemerintahan dan masyarakat yang belum terlibat secara aktif,” ajaknya.

Upacara kemudian ditutup dengan pembacaan dan penandatangan deklarasi yang mewakili seluruh peserta upacara. Dimana secara garis besar deklarasi tersebut menyatakan bahwa seluruh stakeholder di wilayah Kabupaten Kuningan secara tegas melakukan segala cara untuk menghambat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

MOS Husnul Khotimah, BNN Penyuluhan Anti Narkoba

Setelah liburan sekolah yang cukup panjang pasca lebaran, siswa-siswi sekolah dihadapkan kembali pada kegiatan belajar pada tahun ajaran baru. Seperti biasanya, tahun ajaran baru bagi siswa tingkat pertama baik SMP maupun SMA akan menjalani masa orientasi terlebih dahulu. Dalam masa orientasi tersebut, tidak sedikit sekolah yang mengundang BNN Kabupaten Kuningan untuk melakukan penyuluhan bahaya narkoba.

Pada tahun ini, sekolah yang pertama kali mengundang BNN adalah dari MA dan MTs Husnul Khotimah yang terletak di Jalaksana, (12/7). Masa orientasi yang dilaksanakan dalam dua gelombang dan dua tempat terpisah. Gelombang pertama penyuluhan ditujukan untuk santri putri di masjid khusus putrid an gelombang kedua penyuluhan untuk santri putra dimasjid khusus putra.

Dalam penyuluhan tersebut, BNN mendatangkan dua penyuluhnya yaitu Novy Khusnul Khotimah dan Dedy Nuryadi. Acara yang berlangsung selama masing-masing 2 (dua) jam ini mendapat tanggapan yang antusias dari para santriwati dan santriwan. Husnul Khotimah merupakan salah satu sekolah yang perhatian pada siswanya untuk menjauhi narkoba. (Nonarizky)

Add comment