• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Kam23112017

Last updateRab, 22 Nov 2017 1am

Pemerintahan

Jepang Lirik Potensi Kebun Raya Kuningan

Jepang Lirik Potensi Kebun Raya Kuningan

Kuningan Terkini - OISCA (Organization for Industrial and Cultural Advancement) International asal Jepang, saat ini tengah melirik potensi kawasan wisata KRK (Kebun Raya Kuningan) di Desa Padabeunghar Pasawahan Kuningan. Bahkan, perwakilan OISCA International yakni Mr Coroda dan Mr Suzuki langsung berkunjung ke kawasan tersebut.

Ditemani langsung Staff Kepresidenan RI dan Kemendagri RI (Kementrian Dalam Negeri) saat berkunjung ke KRK, OICA bermaksud mengadakan pelatihan bagi para petani untuk budidaya lahan produktif pertanian.

“Kita mencoba kerjasama baik dengan Departemen terkait, maupun dengan lembaga international seperti OISCA International dari Jepang. Ini pun, sebagai langkah untuk memberdayakan potensi yang bisa dikembangkan di kawasan KRK ini, tentunya dengan melibatkan warga masyarakat setempat,” ucap Kepala DPrPP (Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan) Kuningan, H M Ridwan Setiawan SH MSi kepada awak media, Rabu (8/11).

Dikatakan, kerjasama yang direncanakan dalam bentuk pelatihan bagi para petani ini, bertujuan agar lebih memberdayakan petani dengan pengenalan teknologi serta mengoptimalkan lahan-lahan pertanian. Sebab, rencana pelatihan para petani ini pun tak hanya bagi warga Kuningan saja, tapi bakal menyebar ke penjuru Jawa Barat.

“Melalui teknologi pertanian yang lebih maju, mudah-mudahan bisa diterapkan nantinya di Kuningan. Misalnya saja negara pemasok pangan dunia seperti Perancis, dengan alat teknologi yang lebih maju mereka bisa lebih makmur di bidang pertanian,” katanya.

Sementara OISCA International Mr Coroda didampingi Mr Suzuki mengaku, setelah melihat kawasan KRK ini cukup tertarik untuk mengadakan training centre tersebut. Bahkan, OISCA International ingin bekerjasama dengan pihak desa terkait sebagai upaya pemberdayaan bagi masyarakat setempat.

“Jadi dalam pengelolaan pertanian nanti, kami akan bekerjasama dengan desa. Kami ingin melatih para petani di desa, bukan hanya di sektor pertanian namun bisa ke bidang lain seperti perikanan ataupun peternakan,” ujarnya.

Staff Kepresidenan RI, Monica menambahkan, bahwa rencana pelatihan nanti dimaksudkan supaya ada regenerasi petani muda, sekaligus bisa lebih memberdayakan petani dengan pengenalan teknologi maju. Sehingga, kedepan petani yang akan dilatih ini bisa lebih sejahtera dengan pemanfaatan teknologi di bidang pertanian.

“Nantinya, petani bisa mengelola lahan itu bukan hanya sebatas sebagai areal pertanian namun menjadi agro wisata. Makanya, kita bersama OISCA International Mr Coroda dan Mr Suzuki ingin melihat langsung potensi lahan disini,” sebutnya.

Sejauh ini kata Monica, setelah melihat secara keseluruhan areal di KRK cukup bagus dan sangat menarik, sesuai dengan kriteria yang diharapkan OISCA International. Kebutuhan lahan sebagai tranining center ini pun mencapai 30 hektar. (yan)

Add comment