• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sen18122017

Last updateSen, 18 Des 2017 10am

Pemerintahan

BNN Asistensi BANGWAWAN di Kampus Unisa

Kepala BNN Kuningan saat memberikan Cinderamata kepada Warek Bidang Kemahasiswaan Unisa, Sulaeman, S.Ag.

Kuningan Terkini – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuningan kembali menggelar Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (BANGWAWAN). Setelah sebelumnya digelar di lingkungan akademi farmasi (AKFAR) Muhammadiyah Kuningan, kini giliran di Kampus Universitas Islam Al Ihya (Unisa) Kuningan yang diikuti sejumlah mahasiswa, dosen dan karyawan Unisa, Senin (20/11/2017).

Selain Kepala BNN Kuningan, asistensi ini juga dihadiri Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Kuningan, Agus Mulya, S.Pd., M.Si serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNISA, Sulaeman, M.Ag. Sementara, nara sumber menghadirkan dr. Hj. Susi Lusiyanti, MM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dengan materi seputar deteksi dini penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNN Kuningan, Edi Heryadi, M.Si dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan hasil pengujian Balai Laboratorium Narkotika BNN, hingga tahun 2016 ditemukan 65 jenis narkotika baru yang beredar di Indonesia. Jenis tersebut termasuk dalam kategori New Psychoactive Substances (NPS) yang memberikan efek setara dengan narkotika. Fenomena ini menuntut kewaspadaan semua pihak untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari kejahatan narkoba.

“Dalam kerangka itulah BNNK Kuningan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk didalamnya perguruan tinggi untuk membangun jejaring dan sinergitas serta membangun komitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Asistensi penguatan BANGWAWAN di lingkungan kampus kata Edi, merupakan suatu bentuk kepedulian dalam menghadapi permasalahan serius yang dihadapi bangsa Indonesia, yakni masalah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, setelah mengikuti asistensi BANGWAWAN, diharapkan para peserta dapat menghasilkan komitmen bersama dalam mewujudkan sinergitas program P4GN sesuai kapasitasnya.

“Sehingga, kedepannya akan tercipta generasi yang mampu menolak segala bentuk peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment