• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab12122018

Last updateRab, 12 Des 2018 7am

Pemerintahan

Pembukaan Porsenitas 2017 Meriah

Pembukaan Porsenitas 2017 Meriah

Kuningan Terkini - Pekan Olahraga dan Seni Daerah Perbatasan (PORSENITAS) ke VI tahun 2017 di kabupaten Kuningan resmi digelar. Pembukaan ditandai dengan menekan tombol secara bersama-sama oleh Ketua Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama, H. Aang Hamid Suganda dan Seluruh Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota yang tergabung dalam Kunci Bersama, distadion Mashud Wisnusaputra, Selasa (13/12/2017) malam.

Pembukaan diawali dengan defile disertai beberapa kesenian daerah masing-masing yang di ikuti oleh barisan peserta kontingen dari Kabupaten/Kota yang tergabung dalam KUNCI Bersama. Suasana yang cukup meriah membuat penonton yang hadir cukup antusias menyaksikannya.

Porsenitas ke-VI tahun 2017 diikuti oleh 9 Kabupaten/Kota, antara lain Kab. Kuningan sebagai tuan rumah, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Brebes, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar. Kabupaten Tasikmalaya juga hadir pada acara tersebut sebagai peninjau.

Tampak hadir Bupati Cirebon Sunjaya Purwa Disastra, Bupati Ciamis Drs. H. Iing Syam Arifin, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti dan Wakil Bupati Brebes Narjo, SH, Walikota Banjar Ade Uus, Sekda Majalengka Drs. H. Ahmad Sodikin, Asisten Pembangunan Kota Cirebon Ir, H. Yoyon Indriyana, MT, Sekda Pangandaran H. Mahmud, SH, MH, Sekda Cilacap Farid Ma’ruf, serta Ketua Sekretariat Bersama BKAD, H. Aang Hamid Suganda.

Wakil Bupati Kuningan, Dede Sembada saat membacakan sambutan Bupati yang kebetulan berhalangan hadir mengucapkan selamat datang kepada para peserta kontingen PORSENITAS ke-VI tahun 2017. “Diharapkan, ajang ini akan meningkatkan kerjasama di daerah perbatasan, juga saling mengenal dan berinteraksi dengan sikap sprotifitas tinggi, sehingga semakin memperkokoh jalinan persahabatan serta sikap saling membutuhkan antar daerah perbatasan,” katanya.

Pengembangan kawasan perbatasan kata Dede, harus dilakukan seoptimal mungkin dengan mengembangkan seluruh potensi sumberdaya wilayah (sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan sumberdaya manusia) untuk mencapai kesejahteraan dan keamanan.

“Model pengembangan perbatasan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan potensi kawasan dapat berupa kawasan strategis, kawasan pusat pertumbuhan, kawasan agropolitan, kawasan minapolitan, kawasan transito dan kawasan wisata,” pungkasnya. (Han)

Add comment


Security code
Refresh