• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab12122018

Last updateSel, 11 Des 2018 8am

Pemerintahan

Hari Menanam Pohon Indonesia Diperingati

Wakil Bupati berfoto bersama usai menanam pohon pada peringatan Hati Menanam Pohon Indonesia.

Kuningan Terkini - Wakil Bupati Kuningan, Dede Sembada menghadiri kegiatan penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan menanam Nasional tingkat Kabupaten Kuningan, di Taman KEHATI Desa Dukuhdalem, Kecamatan Japara, Kamis (14/12/2017).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun setelah diluncurkannya kegiatan One Man One Tree pada tahun 2009, disusul dengan program One Billion Indonesia Terees (Obit) pada tahun 2011 hingga sekarang.

Wakil Bupati Kuningan, Dede Sembada yang membacakan sambutan Bupati Kuningan, H Acep Purnama, SH, MH mengatakan, Gerakan menanam pohon sesungguhnya telah menjadi bagian komitmen pemerintah Indonesia dalam upaya menjawab persoalan lingkungan hidup dan sumberdaya alam yang kondisinya cenderung mengalami penurunan kualitas (degradasi).

Melalui momentum yang sangat berharga ini kata Dede, pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk mendukung komitmen pemerintah Indonesia melalui gerakan penghijauan lingkungan. Kegiatan ini pada dasarnya merupakan bagian dari implementasi pembangunan menuju visi Kuningan Mandiri, Agamis, Sejahtera (MAS) tahun 2018.

“Visi MAS tersebut, sesuai misi ke-4, yaitu memantapkan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan dalam kerangka kabupaten konservasi dengan menerapkan azas kehidupan berkelanjutan,” katanya.

Dikatakan, dalam konteks pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan di Kabupaten Kuningan selama 5 tahun ke depan, yang paling fundamental untuk ditangani adalah lahan kritis. Berawal dari kondisi lahan kritis inilah, yang kemudian menjadi faktor penganggu bagi kelangsungan ekosistem secara keseluruhan. Seperti pemanasan global, anomali cuaca dan menurunnya kualitas lahan sebagai media hidup dan sumber penghidupan.

“Pada saatnya nanti di penghujung masa jabatannya, seluruh sisa lahan kritis yang ada seluas 954,16 hektar dapat ditangani seluruhnya atau dengan kata lain, luas lahan kritis dl Kabupaten Kuningan pada tahun 2018 menjadi nol,” pungkasnya. (Han)

Add comment


Security code
Refresh