• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab12122018

Last updateSel, 11 Des 2018 8am

Pemerintahan

Jumlah Perceraian PNS Meningkat

Uca Somantri

KUNINGAN TERKINI- Kasus perceraian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Kuningan, terus meningkat. Dari jumlah diproses 42 PNS tahun 2016, tahun 2017 meningkat hingga 52 kasus. Peningkatan tersebut, bukti masih banyak PNS tidak mampu menunjukan teladan kepada masyarakat.

“Ada 52 kasus pengaduan perceraian masuk ke kita. Tapi baru diizinkan bercerai 45 kasus. Sisanya otomatis diproses tahun 2018 ini. Dibanding tahun 2016, kasus tahun 2017 memang tetap meningkat,” beber Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kuningan, Uca Somantri, diamini Kabid Pengadaan, Pembinaan dan Pengembangan Karir, Ade Priatna, kepada KaTer, Jum’at (12/01/2018)

Latarbelakang masalah perceraian PNS semua bermuara dari ekonomi. Meski ada juga karena kehadiran pihak ketiga, atau selingkuh. Intinya para PNS diberi izin perceraian, karena diantara pasangan sudah tidak ada keharmonisan. “Inti dari semua masalah, penyebabnya tidak harmonis saja,” jelas Ade.

Sesuai surat edaran Bupati Kuningan NOmor 474.12/754/BKD perihal Pernikahan dan Perceraian PNS dengan mengacu pada PP Nomor 45 tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS bahwa seluruh PNS yang melakukan pernikahan maupun perceraian harus memberitahukan secara tertulis kepada pejabat melalui saluran hirarki. “Misalnya untuk perceraian harus memperoleh izin dari bupati, melalui BKD,” tegas Ade

Keharusan meminta izin bukan berarti dengan mudah BKD akan menerbitkan izin perceraian. PP 45 tahun 1990 menginginkan bagaimana BKD bisa mempersatukan kembali pasangan suami-istri tersebut. Bukan bagaimana surat izin keluar.

Ia berharap, proses perceraian inipun sudah matang dibawah. Dalam arti, pimpinan di lingkungan kerja PNS tersebut harus sudah melakukan tiga tahap pemanggilan. Pemanggilan penggugat, tergugat, terakhir mempertemukan keduanya. Sehingga ketika sudah sampai di BKD tinggal dilakukan klarifikasi.

“Jadi ke BKD sudah matang. Itu yang kita inginkan,” tandasnya./tat

Add comment


Security code
Refresh