• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel21082018

Last updateSen, 20 Agu 2018 8pm

Pemerintahan

Uang Transfort Bakesbangpol Disoal

ilustrasi: pungutan liar

KUNINGAN TERKINI- Pembinaan dan Fasilitasi Deteksi Dini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kuningan dengan 500 peserta RT/RW, akhir Desember 2017, menyisakan masalah. Pardi (58) Ketua RT di Kelurahan Winduherang, mengapresiasi luar biasa tindakan pemerintah daerah sudah merangkul, melibatkan, dan menyentuh langsung RT/RW.

Hanya muncul pertanyaan terkait besaran transfort bagi peserta. Seluruh RT/RW menerima Rp90 ribu/orang. “Angka Rp90 ribu nanggung pak. Idealnya kan bulat, Rp50 ribu atau Rp100 ribu. Angka Rp90 ribu seolah ada potongan liar Rp10 ribu oleh panitia,” ungkap Pardi, diamini Ketua RT lain, Saud dan Maman.

Sebenarnya, berapapun sah saja. Itu kewenangan panitia. Tapi kalau betul dipotong, Ia menilai panitia jorok. Keluhan serupa dibeber, Maman (62) Ketua RT di Lembur Sukun, Kelurahan Purwawinangun. Menurut dia, jika minimal transport diterima Rp50 ribu, mungkin tidak akan ada yang menyoroti hal ini. Kalau diangka Rp90 ribu, lucu. Wajar kalau banyak Ketua RT/RW mempertanyakan.

“Memang, disunatnya kecil Rp10 ribu. Tapi kalau dikali peserta hadir, besar juga,” katanya.

Maman juga mengkritik, jika pengumpulan RT/RW ini merupakan bentuk pengerahan massa untuk mendukung Petahana, yang akan kembali manggung di Pilbup Kuningan 2018. “Gimana kami mau mendukung, kalau belum apa-apa panitia sudah berani memotong uang transport peserta,” ketus Maman./Han

Add comment


Security code
Refresh