• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab22092018

Last updateJum, 21 Sep 2018 11am

Pemerintahan

Awal Kerja, 99,95 Persen ASN Kuningan Hadir

Plt Bupai usai pantau ASNN

Kuningan Terkini- Usai cuti bersama yang cukup panjang Idul fitri 1439 H, Pemerintah Kabupaten Kuningan melakukan pemantauan atas kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari pertama masuk kerja. Pemantauan kehadiran ASN itu berdasarkan surat edaran Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Sipil Negara setelah cuti bersama idulfitri 1439 H, dari KEMENPAN-RB RI.

Menurut Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada, Kamis (21/06/2018), pemantauan kehadiran ASN ini berdasarkan surat edaran Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Sipil Negara setelah cuti bersama idulfitri 1439 H, dari KEMENPAN-RB RI yang mengingatkan segenap pimpinan instansi pemerintahan baik pusat maupun daerah agar dapat melakukan pemantauan kehadiran setelah cuti bersama hari besar umat Islam tersebut.

“Ini dalam rangka menekan disiplin aparatur negara serta optimalisasi pelayanan publik setelah pelaksanaan cuti bersama Hari raya Idulfitri 1439 H,” ujar Dede Sembada.

Pemantauan kehadiran ASN sambungnya, dilakukan saat masuk hari pertama setelah cuti bersama yakni pada tangggal 21 Juni 2018. Hasilnya akan dilaporkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

“Dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1439 H, saya mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin. Selamat beraktivitas kembali seperti biasa untuk melayani masyarakat. Begitu pula saya sampaikan terima kasih khususnya kepada Dishub, Polri/TNI serta elemen lainnya atas suksesnya lalulintas pada momen idul fitri,” paparnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kuningan, Drs. Uca Somantri, M.Si menjelaskan, pihaknya menerjunkan 7 tim untuk memantau ASN pada hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idul Fitri. Dari jumlah pegawai 11.851, yang tidak hadir hanya 0,05 persen. “Tingkat kehadiran 99,95 per Yang tidak hadir akan diproses sesuai dengan ketentuan dalam PP 53/2010 tentang disiplin pegawai,” terangnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh