Pendidikan

Buku Perpustakaan Hilang, Siswa SMPN 3 Didenda 400 Ribu

Perpustakaan SMPN 3 Kuningan

Kuningan Terkini – Pengutipan uang denda akibat kehilangan buku paket yang tidak sengaja dilakukan siswa SMPN 3 Kuningan mengundang segudang pertanyaan. Betapa tidak, pihak sekolah memberlakukan aturan setiap buku yang hilang didenda sebesar Rp. 50.000/buku. Bahkan, jika tidak membayar uang denda, siswa-siswi tersebut tidak akan menerima raport maupun ijazah.

“Buku yang dipinjam anak saya sebanyak 8 buku, semuanya hilang. Jadim denda yang harus saya bayar sebesar Rp. 400.000. Darimana saya harus membayar uang denda sebesar itu, untuk biaya sehari-hari saja pas-pasan,” kata orang tua siswa yang wanti-wanti tidak disebut namanya, Sabtu (18/11/2017).

Namun lanjutnya, jika denda tersebut tidak dibayar sebelum Ujian Nasional (UN) berlangsung, pihak sekolah tidak akan memberikan ijazah kepada anaknya. “Saya mohon petimbangan pihak sekolah. Kasihan anak saya, karena saya tidak mampu membayar denda tersebut,” ucapnya lirih.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 3 Kuningan, Cucu Rojikin saat dikonfirmasi menegaskan tidak mengetahui kejadian ini. “Ini tidak boleh terjadi. Saya bahkan baru mengetahui nya sekarang dari media," tegasny.a

Selain itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Kuningan mengaku tidak pernah mengintruksikan kepada guru atau perpustakaan untuk membuat kebijakan seperti itu. “Namun, jika siswa menghilangkan buku, harus diganti dengan jenis buku yang sama, iya saya mengetahui," ujarnya.

Sementara, Kepala bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dra. Hj. Sri Sunarsih, M.Pd melalui pesan singkatnya mengatakan, pihaknya tidak pernah memberikan arahan kepada Sekolah untuk membuat kebijakan tersebut.

“Apalagi masalah besaran harga ganti rugi buku yang hilang Rp 50.000/buku, itu saya tidak mengetahui,"singkatnya. (Han)