• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum20042018

Last updateJum, 20 Apr 2018 1am

Pendidikan

6 Sekolah Visitasi Axioo Class Program Di SMK Pertiwi

6 SMK serius mengikuti Visitasi Axioo SMK Pertiwi Kuningan

KUNINGAN TERKINI- Sebagai SMK rujukan Axioo Grade A, atau Penyelenggara Pusat Training Axioo, SMK Pertiwi Kuningan terus dikunjungi banyak sekolah, baik dari Kuningan maupun luar Kuningan. Rabu (21/3/2018), giliran 6 SMK mengikuti Visitasi Axioo Class Program di SMK swasta favorit di Kota Kuda ini.

Ke 6 SMK itu, ialah SMK Muhamadiyah 2 Kadunggora Garut, SMK Negeri 1 Purwakarta, SMK Ulil Albab Depok Cirebon, SMK Angkasa Kalijati dan SMK Muhamadiyah Kota Tasikmalaya. Visitasi terpusat di Laboratorium Axioo Smart Factory dan Laboratorium Axioo Training Centre SMK Pertiwi Kuningan.

Beberapa kegiatan digulirkan dalam visitasi 6 SMK tersebut. Seperti pemaparan tentang profil sekolah, pemaparan tentang cara kerja sama dengan Axioo, mengunjungi Lab Axioo yang di desaign bertemakan industri, atau standar industri axioo. Terakhir demo perakitan laptop dan smart phone oleh siswa-siswi Axioo Class Program SMK Pertiwi Kuningan.

Disamping Axioo Class Program, ke 6 SMK luar daerah tersebut, juga melihat beberapa kelas khusus SMK Pertiwi Kuningan lain. Seperti Kelas Khusus Yamaha, Kelas Binaan Toyota, dan Kelas Binaan BNI.

Kepala SMK Pertiwi Kuningan, Dea Ariana Vamitrianto, menegaskan, Axioo Training Centre SMK Pertiwi Kuningan adalah yang pertama di Indonesia. Ke depan, Axioo Training Centre juga akan menjadi pusat pelatihan guru-guru dan siswa SMK yang telah bekerja sama dengan Axioo dan Axioo Smart Factory.

“Ini adalah implementasi teaching factory, dimana pabrik perakitan laptop axioo diterapkan di SMK Pertiwi Kuningan. Program ini mendukung INPRES No 09 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dan Link and Match Industri dengan sekolah,” terang Dea.

Kondisi SMK Pertiwi Kuningan saat ini, telah membuktikan bahwa SMK Pertiwi Kuningan bukan lagi sekolah berkualitas di tingkat Jabar, tapi di tingkat Nasional./han

Add comment