• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab24102018

Last updateSel, 23 Okt 2018 5pm

Pendidikan

PEH, mata Kuliah Wajib Fahutan Uniku

Pengenalan ekositem hutan alam Fahutan Uniku.

Kuningan Terkini- Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan (PEH) merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa dan mahasiswi Program Studi (Prodi) Kehutanan Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Kuningan (Uniku). Demikian disampaikan Wakil Dekan I Fahutan Uniku, Iing Nasihin, M.Si., Senin (16/07/2018).

“Kegiatan PEH dengan bobot dua SKS lapangan itu, sesuai dengan merujuk kepada Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Dua SKS lapangan setara dengan kurang lebih 11 hari kerja dengan rata-rata 8 jam kerja per hari,” katanya.

Berdasarkan hal tersebut kata Iing, Fahutan Uniku sebagai lembaga pendidikan tinggi Kehutanan dengan status akreditasi “B” dari BAN-PT patuh terhadap peraturan pemerintah dengan melaksanakan kegiatan akademik PEH selama 8 hari lapangan dengan sisa waktu 3 hari digunakan untuk pembekalan praktek, penyusunan laporan dan ujian.

“Kegiatan PEH tersebut bertujuan untuk mengenalkan ekosistem hutan termasuk dinamika sosial ekonomi disekitarnya. Ekosistem hutan yang dikenalkan adalah ekosistem hutan mangrove, ekosistem hutan pantai, ekosistem hutan dataran rendah, ekosistem hutan pegunungan serta ekositem padang rumput dan hutan tanaman.” Paparmya..

Pengenalan ekositem hutan alam pegunungan masih kata Iing, dilakukan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pada ketinggian lebih dari 1500 mdpl selama 4 hari. Sementara, untuk pengenalan ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, hutan dataran rendah, padang rumput, dan hutan tanaman akan dilakukan di Cagar Alam Panjung Pangandaran selama 4 hari.

“Kondisi tersebut sangat efektif dalam proses bimbingan terhadap mahasiswa dan mahasiswinya serta dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan diantara sivitas akademika atau di kalangan Kehutanan lebih dikenal dengan istilah KORSA RIMBAWAN,” pungkasnya.(NR)

Add comment


Security code
Refresh