• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Kam23112017

Last updateRab, 22 Nov 2017 1am

Politik

KTA Ganda Desem Mencuat, Ini Kata PKS

Dede Sembada

Kuningan Terkini - Terkait mencuatnya KTA ganda ekternal politikus PDIP yang saat ini menjabat Wakil Bupati Kuningan, Dede Sembada ST menemui titik terang. Menurut anggota DPRD Kuningan dari Fraksi PKS, Rudi O’ang Ramdani, Dede Sembada mendatangi langsung PKS untuk membangun komunikasi politik.

“Jadi perlu dipertegas, bukan kami yang datang ke Desem. Setelah Desem berkunjung ke PKS, kami juga melakukan kunjungan balasan ke Desem. Saya hanya mempertegas apa yang disampaikan Ketua DPD PKS, siapapun yang datang, ke partai manapun, pasti ada rambu-rambu yang sama, yakni harus ber KTA partai,” kata Rudi O’ang, Senin (13/11/2017).

Terkait kapan tepatnya kedatangan Desem ke PKS, Rudi mengaku tidak hapal tanggal persisnya. Jika tidak salah, kedatangan Desem ke PKS saat ramai-ramainya soal kabar rekomendasi Adem (Acep-Desem, red). “Jadi, wajar kalau Desem melakukan komunikasi politik dengan parpol, termasuk PKS. Hanya saja, kalau ke PKS harus serius dan harus siap maju. PKS menyambut baik dan secara administratif kita proses,” ungkapnya.

Sementara terkait temuan data Sipol (Sistem Informasi Partai Politik) ganda ekrtenal terhadap Desem, Rudi dengan tegas mangatakan, hal tersebut benar-benar diluar jangkauan partainya. “Yang jelas, saat kami sedang memproses KTA Desem ke DPP untuk didaftarkan. Namun, saat KTA Desem diproses, mencuatlah rekomendasi Adem ke publik. Saat itu juga kami pertegas lagi ke Desem terkait komunikasi politik dengan PKS. Desem menjawab akan kembali ke partainya,” terangnya.

Lebih jauh Rudi menjelaskan, sebagai institusi resmi lembaga parpol, tentunya tidak sembarangan mencantumkan nama seseorang di partainya, apalagi sosok Desem yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Kuningan dari PDIP. Partai lain pun dipastikan sama, akan berpikir ulang jika sembarangan mencantumkan nama seseorang yang diketahui kader partai lain.

“Desem datang baik-baik ke PKS, mau maju dari PKS. Karena, dari informasi yang diperoleh, rekomendasi PDIP hanya satu nama. Dengan adanya informasi tersebut, Desem akhirnya menyatakan mau maju dari PKS.. Akhirnya, pembuatan KTA pun kami proses. Karena KTA saat itu tengah berproses, secara otomatis Dede Sembada belum resmi jadi kader PKS,” paparnya.(yan)

Add comment