• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sen18122017

Last updateSen, 18 Des 2017 10am

Politik

Pasca Survey, Bacabup Konsen Pengamanan Rekomendasi?

Pilkada serentak 2018

Kuningan Terkini - Sekira 48 hari jelang dibukanya pendaftaran Pilkada serentak 2018 jalur partai politik oleh Komisi pemilihan umum (KPU), tensi pertarungan para kandidat bakal calon bupati Kuningan nampak sedikit menurun. Disinyalir, para kandidat kini tengah konsen dalam perebutan rekomendasi di partainya masing-masing.

Menurut anggota Presidium Menara 27, Apip Firmansyah, berdasarkan pengamatan lembaganya dilapangan, pertarungan pilkada Kuningan pasca memasuki bulan November, para kandidat lebih banyak memilih serangan udara dibandingkan serangan darat.

“Dari 10 kandidat calon kontestan di pilkada Kuningan, saat ini yang masih konsisten melakukan pendekatan ke publik, saya lihat hanya 4 orang. Bahkan, dari 4 calon tersebut 2 diantara adalah kandidat bacabup yang saat ini masih menjabat alias pertahana,” tutur pria yang saat ini menjabat sebagai staff khusus di kementrian desa pembangunan daerah tertinggal.

Enam kandidat tersebut sambung Apip, diantaranya adalah H Mamat Robby Suganda, M Ridho Suganda, dr Toto Kosim, H Udin Kusnaedi, Rana Suparman, dan Yusron Kholid. Yang paling terlihat penurunan intensitas gerakannya, lanjut Apip, adalah H Mamat Robby Suganda, bacabup asal Demokrat dan dr Toto Kosim.

Pria yang saat ini aktif di DPP Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba), salah satu organisasi sayap PKB itu melihat Mamat Robby dan dr Toto saat ini lebih banyak melakukan konsolidasi di tingkatan DPP partai dibandingkan turun langsung ke grassroot.

“Pasca kegiatan lari bareng Wagub DKI Jakarta, Sandiaga uno, Pak Robby Nampak lebih sering di Jakarta daripada di Kuningan. Jika melihat waktunya, saya perkirakan kegiatan dengan Sandiaga merupakan upaya untuk mempertahankan posisinya, agar tetap leading diatas Pak Yosa untuk survey terakhir partai Demokrat dan strategi itu berhasil,” papar Apip.

Sama halnya dengan Mamat Robby, 5 kandidat lainnya yang saat ini terlihat santai dan kurang menggebu-gebu dalam menyapa masyarakat, ditanggapi juga oleh ketua sarjana urang Kuningan (sarukun), Diki Muhammad Fauzan. Menurutnya, pasca mempertahankan elektabilitas di survey terakhir partainya masing-masing, sudah selaiknya melakukan intensitas dengan DPP untuk mengamankan rekomendasinya.

“Mungkin berbeda dengan para kandidat yang surveinya dianggap jeblog, atau kandidat pertahana yang memiliki kewajiban dalam menyapa masyarakat,” kata mantan kader gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) itu.

Dicontohkan Fauzan, salah satu upaya dalam mengamankan rekomendasi selain melakukan komunikasi dengan para petinggi partai, adalah melakukan downgrade para kandidat pesaingnya. Adapun, downgrade, biasanya dilakukan dengan cara melakukan issue yang tidak sedap kepada pesaingnya.

“Kita bisa lihat issue tentang Pak Wabup Dede Sembada, yang tiba-tiba ketahuan mendaftar ke partai lain, ini akan berdampak buruk berkaitan 99 persen rekom paket Adem (Acep-Dede Sembada). Lalu issue, Mamat Robby yang tidak akan mendapat rekom, adalagi issue tentang pernikahan siri dan lain sebagainya,” tutup Fauzan.(j’y)

Add comment