• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum21092018

Last updateJum, 21 Sep 2018 11am

Politik

Biaya Politik Tinggi, Lahirkan Bupati Koruptor

Yudi Wahyudi

KUNINGAN TERKINI– Tingginya biaya politik Pilbup Kuningan bagi calon, mendapat sorotan Pemerhati Politik Kuningan, Yudi Wahyudi. Selain seorang leadership calon kepala daerah juga dituntut kuat secara finansial. Sebab, menurutnya untuk menjadi kepala daerah harus berani mengeluarkan biaya lebih.

“Saya berbicara memang bukan bedasarkan data, akan tetapi fakta. Kita pakai logika seorang calon tidak kurang akan mengeluarkan biaya miliaran untuk menduduki kursi orang nomor satu. Bahkan, kabarnya hal itu mutlak. Gak mungkin gratis. Jika gratis pasti banyak masyarakat biasa ikut mendaftar,” ungkap Yudi kepada KaTer, Jum’at (11/01/2018)

Mahar besar juga katanya, wajib dimiliki untuk pasangan yang akan berjuang dari kendaraan partai. Sebab, jalur perseorangan sudah pasti tidak akan mencapai impian. Contoh, pilbup lalu pasangan perseorangan kalah telak.

“Dalam partai juga sebenarnya banyak yang memiliki kriteria untuk calon pemimpin. Tapi biasanya kan hanya yang kuat finansial saja direkomendasi. Contohnya, mencari kepopuleran untuk direkomendasikan terlalu naif jika berfikir tidak ada pengorbanan besar secara finansial dilakukan,” katanya.

Biaya politik itu, akan terus bertambah pada saat kampanye. Mengenalkan sosok kepada masyarakat selain melalui alat peraga, banyak juga bacalon yang melaksanakan acara-acara besar. Belum lagi ditambah biaya bagi simpatisan. Jika dilihat besarnya penghasilan sebagai kepala daerah, dibanding biaya politik ibarat bumi langit.

“Saya memang tidak mengetahui pasti berapa penghasilan bupati, tetapi secara normatif mungkin hanya sebatas ratusan juta. Penghasilan ratusan juta per bulan seorang bupati, tentu tidak akan mampu menutup biaya politiknya untuk kemenangan pilbup. Artinya, tingginya biaya politik, rawan sekali melahirkan bupati koruptor,” cetus dia.

Terlepas dari itu semua, Yudi berharap, siapa saja calon yang akan menjabat bupati/wakil bupati kedepan mampu benar-benar mementingkan urusan masyarakat bukan urusan golongannya.

“Pemimpin Kuningan harus memiliki idealis kuat untuk memajukan masyarakat. Masih banyak angka pengangguran serta tingkat kemiskinan tinggi. Semoga semua bakal calon memiliki harapan sama untuk Kuningan,” harapnya./Gio

Comments   

 
0 #1 Johny Jackson 2018-01-22 01:03
Good article. I am facing some of these issues as
well..

Here is my homepage :: Johny Jackson: http://bit.ly/2EWLfYx
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh