• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sen25062018

Last updateSen, 25 Jun 2018 11am

Politik

Warga Tidak Peduli Pilbup

pedagang sayur pasar tradisional

KUNINGAN TERKINI– Pekerjaan rumah Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih berat. Terutama dalam mendongkrak partisipasi pemilih. Pasalnya, tidak sedikit warga masih tidak mau peduli dengan Pilbup Kuningan 2018. Mereka cenderung memilih golput.

Salim (32) pedagang sayuran di sebuah pasar tradisional, mengaku tidak begitu peduli dengan pilbup. Ia beralasan, selama ini belum ada dampak positif, baik bagi pribadinya maupun pedagang lain.

“Perubahan memang ada, seperti pembangunan di beberapa titik. Tapi bagi kami pedagang sayur masih belum maksimal. Harga sayur saja, gak stabil. Sulit juga dapatnya. Jadi saya mah ga begitu mikirin bupati bupatian. Yang saya pikirin, bisa makan gak hari ini,” ungkap Salim, kepada KaTer Minggu (14/01/2018).

Apalagi toko modern makin banyak. Semakin tahun, toko modern semakin menjamur. Pasar tradisional, khususnya pedagang sayur semakin terpuruk. Belum lagi, banyak sawah dialih fungsikan menjadi bangunan. Sehingga kebutuhan sayuran harus mengambil dari luar Kuningan. Senada dengan Zen Jaenudin (29), warga Cidahu.

Pelaku UMKM ini, sama sekali tidka peduli pilbup. Menurutnya, bagi masyarakat kecil sepertinya, berbagai program calon hanyalah angina surga. “Cari lapangan kerja di Kuningan aja susah. Makanya saya pilih ke Jakarta. Begitu juga banyak warga di daerah saya milih merantau. Jadi gimana mau mikirin calon pemimpin, atau wakil rakyat. Mending ngurus diri sendiri,” ketusnya./Gio