• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel26092017

Last updateSel, 26 Sep 2017 8am

Profil

SKETSA DAN FOTOGRAFI KUNINGAN

Hutan, fotografi karya Fahmi Yusuf

Oleh : FendiAdiatmono, Yogyakarta

Kuningan Terkini - KehadiranperdanaDisainKomunikasi Visual padaranahakademis di UniversitasKuningan, membutuhkan medium kultural untukmenghadirkan karya seni dalammemperkukuh mentalitas corak, gaya, langgam, dan mazhab. Otonomi pekarya dalam menggagas keindahan sebagai metafora untuk mengirim pesan dalam bentuk seni kepada audiens.

Teks yang dibangun dan konteks yang menyertainya, disimpulkan sebagai cara mengurai relasi antara pekarya sebagai produsen pesan kepada penerima pesan. Hasil bentukan pemaknaan oleh penerima membuka peluang diterimanya corak, gaya, langgam dan mazhab seni dan disain yang mampu memeriahkan dialog senibudaya.

Konsep yang dihadirkan mampu menyegarkan bentuk dan wacana karya seni sketsa dan foto. Maka dapat menyederhanakan konsepsi yang mampu memberikan kebebasan perupa untuk melakukan eksplorasi lebih terhadap material, teknik, bentuk, dankonsep. Intinya, kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan bentuk baru yang lebih variatif.

Perwujudan karya memberikan pandangan cara berkarya sebagai pijakan dalam pengembangan identitas diri, sehingga dapat meningkatkan modal simbolik budaya bagi lembaga pendidikan, yang dimungkinkan dapat merangsang kepekaan masyarakat untuk bertindak kreatif dan lebih peduli dalam mendinamisasi budaya di Indonesia.

Fahmi Yusuf, salah satu fotografer Kuningan merandom tiga objek (alam, benda, dan manusia) secara simultan. Kualitas itu membentuk tata bahasa visualsehingga memperjelas makna foto. Pengalaman merantau hingga di luar Indonesia, saat ini dirilis Fahmi dalam bentuk foto yang beberapa di antaranya adalah gambaran pendalaman material terhadap alat dan objek foto.

Pada keadaan tertentu, ia mengesampingkan alat (dihasilkan melalui handphone cam) dan lebih menangkap makna disebalik objek yang dibidik. Keragaman tema yang berserak, dipilah lalu dipilih pada focus garap untuk disuguhkan dalam konteks yang lebih rinci .

Fahmi, sebagai akademis (wakil rektor - pengajar) sekaligus fotografer adalah tandem dalam dua simbian yang saling menguntungkan. Itu konstruksi untuk membawa Kuningan lebih menjual lagi dan tidak menutupkemungkinan telah menuju ‘make in UNIKU’ serta membantu mengkompensasi determine beberapa budaya yang belum digali di Kuningan. Kini, Kuningan adadalam tahap higher order communication, dimana berpikir dan bertindak secepatnya (linement). Ada suatu potensi yang disebut sugesti.

Manusia punya hak mentakdirkan sendiri sampai batas tertentu. Adanya iklim kemesraan ditampakkan pada karya sketsa Daniel, dan itu berelasi dengan karya fotografi Fahmi. Keadaan dimana tidak adanya anomaly dalam menerobos ilmu (multi disiplin), artinya antar manusia ingin bermesraan berdamai seimbang dalam iktikad yang sama dalam memberlakukan alam. Untuk mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa mampu mewujudkan produk karya seni dan disain melalui akar budaya dalam dan luar Indonesia dengan berbagai keteknikan baik tradisional dan modern.

Perwujudan itu, dibarengi dengan konsep dan tematis yang terfokus. Hal itu dilakukan sesuai dengan kaidah akademisi dalam penulisan ilmiahnya Karya sketsa dan foto yang dihasilkan adalah suplay data konstruksi perupa-pedisain-fotografer untuk profiling Handbook of Kuningan. Maka, Kuningan mempunyai sifat ambang (thrush hold) yakni mempunyai kasih terhadap kebudayan lain. Itu juga sebagai bentuk dukungan terhadap daerah lain di Indonesia pada bidang seni, disain, dan budaya.

Kegiatan foto dan sketsa ini dilaksanakan pada Hari Sabtu, 19 Agustus 2017 di Kampus Universitas Kuningan Jalan Cut Nyak DIen No 36 A, Kelurahan Cijoho, Cijoho, Kuningan Sub-District, Kuningan Regency, West Java 45513, Indonesia (outdoor).

Pendaftaran gratis, sdr Randi Pratama (Senat Mahasiswa) 085846664222.

Tujuan kegiatan adalah untuk menyambut pendaftar calon mahasisw abaru DKV berlangsunghingga 1 September 2017 di Universitas Kuningan.

*Penulis adalah editor dan reviewer international journal SPG

Add comment