• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sen25062018

Last updateSen, 25 Jun 2018 2pm

Profil

Anak Tukang Masak Jadi Ketua PWI

Iyan Irwandi

Kuningan Terkini - SIAPA sangka, anak tukang masak jadi pucuk pimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan. Adalah Iyan Irwandi, S.IP, meski bukan berasal dari kalangan keluarga kurang mampu, sosok pemuda energik dan pantang menyerah ini mampu dan dipercaya menjadi ketua organisasi kewartawanan tertua di Kabupaten Kuningan 2 mperiode.

Pemuda yang dibesarkan di Desa Kalapa Gunung Kecamatan Kramatmulya, merupakan anak pertama dari pasangan Maman Surachman yang berprofesi sebagai sopir dan almarhumah Onah Saonah yang menjadi tukang masak. Masa kecilnya yang serba kekurangan, membuatnya harus berjuang keras demi meraih cita citanya mengangkat harkat dan derajat orang tuanya.

Sejak pagi dini hari, ia harus belanja berbagai bahan menu masakan berdasarkan catatan yang telah diberikan sang ibu. ia mesti berjalan kaki sekitar 700 meter dari rumah ke Pasar Kramatmulya atau lebih dikenal dengan sebutan Pasar Krucuk. Pulang belanja pun, tidak naik ojeg tetapi lebih memilih berjalan kaki lagi sambil memanggul barang belanjaan.

Sesampainya di rumah, barang belanjaan tadi, diolah menjadi berbagai menu masakan oleh sang ibu yang memiliki keahlian memasak termasuk goreng ayam bumbu kelapa dan gorengan tempe kuning dan gemet. Lalu, oleh Iyan Irwandi dan beberapa adiknya, dijajakan kepada tetangga-tetangga yang berada di daerah terdekat dari mulai pukul 05.30 Wib sampai 06.30 Wib.

Setelah itu, barang dagangan dilanjutkan dijual oleh sang ibu ke daerah Desa Kalapa Gunung dan beberapa desa tetangga, seperti Cibentang, Gandasoli, Ragawacana, Jalaksana, Kramatmulya, Cikaso dan lain-lainnya. Hal itu dikarenakan Iyan Irwandi bersama adik-adiknya harus berangkat sekolah.

Berdasarkan data, Iyan Irwandi tercatat sebagai lulusan SDN 1 Kalapa Gunung Kecamatan Kramatmulya tahun 1992, lulusan SMPN 7 Kuningan tahun 1995 dan lulusan SMAN 3 Kuningan tahun 1998. Setelah bekerja dan berumah tangga, ia baru melanjutkan kuliah di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sehingga akhirnya lulus tahun 2012.

Namun dibalik sulitnya kehidupan semasa kecil, ia tidak menyesali tetapi bersyukur karena sebenarnya, orang tua sayang akan dirinya. Secara tidak langsung telah diajarkan berusaha mandiri, jangan merasa malu terhadap usaha yang dilakoni asalkan halal, belajar berkomunikasi melalui berjualan, bekerja keras, dan sebagainya.

“Saya bangga dengan orang tua terutama almarhumah ibu karena ia telah mengajarkan dan mengarahkan agar mampu menjalani kehidupan nyata. Almarhumah ibu merupakan orang yang paling berjasa dalam pembentukan karakter kehidupan saya,” terangnya.(Han)