• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel26092017

Last updateSel, 26 Sep 2017 8am

Wisata

Dudy Pamuji Ajak Warga Desa Optimalkan Curug Bangkong

Dtdy Pamuji

Kuningan Terkini - Kabupaten Kuningan dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak destinasi ekowisata, di antaranya Curug Bangkong di Desa Kertawirama Kecamatan Nusaherang. Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan di desa tersebut yang kini memasuki minggu terakhir, para mahasiswa berinisiatif untuk menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Potensi Wisata Curug Bangkong”

Hadir sevagai narasumber, Kang Dudy Pamuji, SE. M.Si sebagai pemilik objek wisata yang sudah terkenal yaitu Curug Sidomba. Acara dilaksanakan di aula Bale Desa Kertawirama yang dihadiri oleh sekitar 100 orang lebih warga desa lintas generasi, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, dan berbagai kelompok berkepentingan lainnya yang ada di Desa Kertawirama.

Acara berlangsung selama 2 jam yaitu dimulai pada pukul 13.30 dan berakhir pada pukul 15.30 WIB. Dalam sambutannya Kepala Desa Kertawirama memberikan apresiasi kepada para mahasiswa KKN UNISA yang telah mengambil inisiatif untum melaksanakan acara seminar yang diikuti dengan antusias oleh para tokoh-tokoh masyarakat desa untuk mendapatkan pencerahan dari narasumber yaitu pak Dudy Pamuji yang dianggap telah berpengalaman dalam pengelolaan objek wisata yang hampir sama dengan Curug Bangkong, yaitu Curug Sidomba.

“Kita akan dan perlu belajar banyak dari pak Dudy karena beliau kan sudah terbukti mampu menyulap kawasan di Desa Peusing yang awalnya hutan menjadi sebuah objek wisata yang tertata dan dikelola secara professional sehingga mendatangkan keuntungan dan mampu mendongkrak peningkatan kesejahteraan warga desa di sekitarnya,” latanya.

Karena itu, atas nama pemerintah desa Kertawirama sendiri, pihaknya sudah menganggarkan dana untuk melakukan penataan Curug Bangkong ke depan, baik yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD).

“Seminar ini diharapkan dapat menambah motivasi warga desa dan aparatur pemerintahan desa untuk mempersiapkan diri agar setelah kita selesai menata Curug Bangkong, maka belajar dari pengalaman Sidomba kita bisa cepat berlari untuk melakukan berbagai upaya promosi dan lain-lain,” ungkapnya.

Sementara, dalam paparanya, Dudy Pamuji yang juga kini berstatus sebagai Bakal Calon Bupati Kuningan dari Partai Golkar menegaskan, modal utama dalam pengelolaan Curug Sidomba sehingga bisa sampai sekarang ini adalah KEBERANIAN. Keberanian mengambil risiko yang dibarengi dengan ide kreatif untuk bisa mengubah kawasan hutan yang banyak monyetnya saat itu menjadi kawasan ekowisata seperti yang kita saksikan saat ini.

“Dimulai dari 2 hektar dan kini sudah menjadi 20 hektar kawasan wisata. Pada tahap awal kita berbisnis sudah pasti selalu ada kekhawatiran takut gagal, takut rugi, takut tidak berhasil dan lain-lain,” paparnya.

Apabila pikiran tersebut terus-terusan dipelihara sambung Dudy, tentu akan membuat tidak akan pernah berani dalam mengambil keputusan dan bekerja melangkah ke depan.

“Nah, karena itu, keliru sekali jika kita berpendapat bahwa modal utama itu adalah uang. Uang bukan segala-galanya, namun segala-galanya memang butuh uang. 2 prinsip inilah yang harus dikelola dengan baik”, ungkap Dudy Pamuji yang diikuti oleh riuhan tepuk tangan hadirin.(Dhe)

Add comment