• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel25022020

Last updateSen, 24 Feb 2020 7pm

BJB

Aneka

Kutukan Ular Hitam - Bagian ke-2

Abun Burhanudin

Oleh: Abun Burhanudin.

Rohani menjerit minta tolong. Teriakannya membangunkan Saud. Saud kaget. Rohani bangun lalu menceritakan mimpi yang dialaminya. Saud berusaha menghibur istrinya tersebut dan bilang bahwa itu hanyalah sebuah mimpi, kembangnya tidur. Namun Rohani terus merasa gelisah. Dia kembali teringat pada kutukan ular beberapa tahun yang lalu.

Rohani terus mengawasi Mulus, takut terjadi apa-apa sama dia. Namun karena terlalu berkonsentrasi terhadap Mulus, malah dirinya sendiri celaka. Saat mengejar Mulus yang mau jatuh, tak sengaja dia terpeleset dan akhirnya dirinya sendiri yang jatuh. Saud panik. Dia kuatir terjadi apa-apa pada kandungan Rohani. Saud segera memanggil bidan. Diapun merasa lega, karena ternyata kandungan Rohani baik-baik saja. Saud bilang agar lain kali Rohani lebih hati-hati lagi.

Beberapa bulan kemudian, Rohani melahirkan lagi. Kali ini bayinya perempuan. Rohani merasa lega karena bayinya kembali lahir dengan selamat. Begitupun dengan Saud. Dirinya sangat merasa senang. Dia lalu memberi nama anak keduanya itu Nursipah. Lengkap sudahlah kebahagian mereka, karena telah memiliki dua orang anak, satu laki-laki, satu perempuan. Merekapun segera mengadakan syukuran.

Entah kenapa Saud saat itu memberi tanda di leher bagian belakang Nursipah. Rohani sempat heran. Saud hanya menjawab, kalau hal itu hanya sebagai pengingat saja. Beberapa bulan kemudian, keadaan warga di kampung Saud menjadi resah. Pemerintah wilayah setempat mengumumkan agar semua warga kampung siap-siap mengungsi. Gunung Galunggung diperkirakan akan segera meletus.

Semua warga segera meninggalkan kampung. Begitupun dengan Saud dan Rohani. Keduanya segera pergi membawa anak-anak mereka untuk mengungsi. Saud, Rohani, dan para warga lainnya berada di pengungsian. Mereka mengalami kesulitan makanan dan yang lainnya. Saud merasa sedih melihat keadaan anak-anaknya yang harus mengalami sengsara. Tapi apalah daya. Dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.

Suatu ketika, Saud bilang ke Rohani kalau dirinya akan kembali ke kampung untuk mengambil sisa binatang ternak, yang dia tinggalkan. Rohani sempat melarangnya karena kuatir. Tapi Saud meyakinkan kalau dirinya akan baik-baik saja. Rohanipun akhirnya mengijinkan, tapi dalam hatinya benar-benar cemas. Sehari setelah kepergian Saud, Gunung Galunggung benar-benar meletus menghancurkan kampung-kampung yang ada di sekitarnya.

Rohani semakin mencemaskan keadaan Saud. Dalam keadaa itu, pihak berwenang mengumumkan agar para warga segera pindah ke tempat pengungsian, karena wilayah ini masih termasuk wilayah rawan. Para warga panik. Mereka segera pergi membawa barang-barang seadanya.

Keadaan crowded. Rohani dan para warga lainnya sudah berada di tempat pengungsian baru. Alangkah kaget dan socknya Rohani saat tahu ternyata Nursipah tertinggal di tempat pengungsian sebelumnya. Rupanya saat itu, saking paniknya Rohani mengira bantal guling adalah bayinya..

Bersambung....

Add comment


Security code
Refresh