• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel25022020

Last updateSen, 24 Feb 2020 7pm

BJB

Aneka

Pra Muktamar, Ulama PUI Konsolidasi di Sukabumi

Pra Muktamar, Ulama PUI Konsolidasi di Sukabumi

Kuningan Terkini - Multaqa Ulama PUI yang digelar di Hotel Balcony, Sukabumi, Sabtu-Minggu (08/09/02/2020) berlangsung sukses. Kegiatan bertajuk Kebangkitan Dakwah dan Pendidikan Keulamaan PUI, dihadiri para Alim Ulama beserta sejumlah tokoh PUI, seperti KH. DR. Ahmad Heryawan, Prof. Didin Hafidudin, KH. Nurhasan Zaidi.

Menurut Ketua Majlis Syuro (MS) PUI, KH. DR. Ahmad Heryawan, Lc, acara ini digelar sebagai rangkaian acara Pra Muktamar PUI yang akan dihelat pada Maret mendatang di Jakarta. Konsolidasi Ulama PUI ini mengusung tema besar acara tersebut yaitu, Kebangkitan Dakwah dan Pendidikan Keulamaan PUI.

“Banyak ulama yang lahir dari PUI dan berperan penting di masyarakat, seperti mendirikan sekolah pesantren. Ini saatnya dakwah serta pendidikan keulamaan PUI bangkit sekaligus menjawab problematika ummat,” katanya.

Mulataqa ulama PUI kata mantan Gubernur Jabar 2 periode, harus merespon persoalan umat kontemporer. Melalui ijtihad, mencari rumusan hukum (istinbath hukum) dalam menjawab permasalahan-permasalahan kekinian. “Sehingga ada titik temu dari rujukan mu’tabarah (otoritatif), mulai dari qiyas, maslahah mursalah hingga maqashid syariah agar tercipta hukum yang berkeadilan dan memberi kemaslahatan umat,” terangnya.

Sementara, Ketua Umum DPP PUI, KH. Nurhasan Zaidi dalam sambutannya memaparkan, jaringan keulamaan PUI harus dikonsolidasikan kembali oleh PUI. Pondok pesantren di Jawa Barat ini hampir semuanya murid KH. Ahmad Sanusi. Khusus wilayah Ciayumajakuning adalah jaringan murid KH. Abdul Halim. Dalam level kenegaraan melalui BPUPKI, ulama PUI berkontribusi aktif bagi negara.

“Kita perlu bersinergi untuk melahirkan banyak ulama. Kita didik mereka, bekali mereka dengan ilmu agama dan pengetahuan. Agar kaderisasi ulama terus berjalan sebagaimana perhatian besar di awal pendirian PUI dari Persjarikatan Oelama (PO),” pungkasnya.(j’ly).

Add comment


Security code
Refresh