• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab12082020

Last updateRab, 12 Agu 2020 11pm

BJB

Aneka

Dandim 0615: Kuningan Pilot Project Ketahanan Pangan Korem 063/SGJ

Dandim se-Korem 063/SGJ saat meninjau Aset Tanah TNI di Cilimus

Kuningan Terkini - Dalam rangka merealisasikan arahan Danrem 063 /SGJ, Kolonel Inf Villando Dewangga Kusumawide SAP, untuk menjadikan wilayah Kabupaten Kuningan sebagai Pilot Project Ketahanan Pangan Korem 063 /SGJ, Dandim se-Korem 063/SGJ melakukan Peninjauan Aset Tanah TNI di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, Senin (20/07/2020).

Sebelum melakukan peninjauan aset tanah TNI dengan luas tanah 22.53 Hektar, Dandim se-Korem 063/SGJ, yaitu Dandim 0615/Kuningan, Letkol CZI Karter Joyi Lumi, Dandim 0620/Cirebon, Letkol Arh Adi M, Dandim 0614/ Kota Cirebon, Letkol Inf Herry Indriyanto, Dandim 0605/Subang, Letkol Arh Edi Maryono, dan Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Medi H Wibowo, Konsultan Oki, terlebih dahulu meninjau Mes PEPABRI di Desa Linggamekar Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan.

Menurut Dandim 0615/Kuningan, Letkol CZI Karter Joyi Lumi, peninjauan aset tanah milik TNI di wilayah Cilimus ini, dalam rangka menindaklanjuti arahan Danrem 063/SGJ, dimana Kabupaten Kuningan sebagai Pilot Project Program Ketahanan Pangan Danrem 063/SGJ.

“Rencananya, aset tanah TNI yang berada di wilayah Cilimus akan dijadikan lahan pertanian dan perikanan. TNI memiliki tanah seluas 22.53 Ha. Dimana, dari luas aset tanah TNI tersebut, nantinya akan dimanfaatkan untuk tujuan ketahanan pangan dan juga sebagai agro wisata," jelas Dandim 0615 Kuningan menjelaskan.

Terkait teknis pembangunannya nanti kata Letkol CZI Karter Joyi Lumi, dari luas aset tanah TNI seluas 22.52 hektar ini, akan dibagi 4,8 hektar yang diperuntukan untuk budidaya perikanan, dan selebihnya fokus untuk pertanian. "Kita tidak ada pengembangan untuk peternakan, seperti peternakan kambing, ayam, dan sapi. Karena, ini di khawatirkan akan menimbulkan masalah dan pencemaran lingkungan," pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh