Sen17012022

Last updateSel, 11 Jan 2022 8pm

BJB

Aneka

Kuningan Maju Bersama Pemimpin Amanah

Citra  Salsabila.

Oleh: Citra Salsabila (Pegiat Literasi)

Kuningn Terkini - Rasulullah Saw. bersabda, "Imam (pemimpin) itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus." (HR. al-Bukhari dan Ahmad).

Pemerintahan yang terkendali takkan lepas dari seorang pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Sebab, rakyat akan merasakan kesejahteraan dalam berbagai hal. Seperti, kemudahan akses pendidikan, kesehatan, ataupum sarana dan prasarananya. Hal tersebut ternyata sedang digarap oleh Bupati dan Wakil Bupati Kuningan yang telah memasuki masa jabatan selama tiga tahun. Dimana Pemerintah Kabupaten Kuningan sedang menggagas refleksi pembangunan dengan visi Kuningan Maju (Makmur, Agamis, dan Pinunjul) Berbasis Desa Tahun 2023.

Menurut Bupati Kuningan, H Acep Purnama menyampaikan berbagai keberhasilan prestasi dan anugerah yang diterima selama tiga tahun berkat dukungan masyarakat. Harapan kedepannya dapat berkolaborasi multipihak agar tercapai tujuan bersama dengan mudah. Begitupula yang disampaikan Wakil Bupati HM Ridho Suganda, hanya dengan kekompakkan dapat menyelesaikan hambatan kedepannya. Salah satunya dengan meningkatkan standarisasi pekerjaan.

Tentu tak mudah mengemban amanah menjadi pemimpin. Perlu dukungan dan masukan dari elemen masyarakat. Agar sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dapat berjalan beriringan. Walhasil, selama tiga tahun memimpin Kuningan tentu masih kekurangannya, walaupun tak sedikit pencapaian keberhasilannya.

Maka, tak heran jika Rektor Uniku, Dr H Dikdik Harjadi SE MSi menyampaikan арrеѕіаѕі positifnya terhadap kepemimpinan Bupati Kuningan selama tiga tahun ini. Karena membuka ruang publik untuk bisa mengetahui kinerja pemerintahan. Hal berbeda disampaikan oleh Ketua PWI Kuningan, Nunung Khazanah bahwasannya banyak prasarana yang belum digunakan secara maksimal. Salah satunya, Terminal Terpadu Pariwisata di Kecamatan Pasawahan yang sangat disayangkan. Karena seperti bangunan kosong. Belum terlihat pemanfaatannya.

Selain itu pula, Ibu Nunung mengkritisi visi membangun 25 Desa Wisata yang akan diwujudkan. Beliau mempertanyakan kesiapan desa dan masyarakatnya, jangan hanya sebatas pendeklarasian semata. Sehingga, seluruh elemen yang terlibat harus mempersiapkannya dan bekerja sama agar dapat menikmati dampaknya.

Itulah kepemimpinan yang harus siap siaga dengan segala problematikanya. Apa yang menjadi visi saat berkampanye, tentu harus terealisasi sedikit demi sedikit. Dan perlu penjelasan yang rinci kepada rakyat agar tidak bersebrangan dengan kerja pemerintah. Disamping itu, perlu juga pemerintah memerhatikan kebutuhan rakyatnya. Terutama kebutuhan primer yang menjadi penopang kehidupan. Walaupun ada pencapaian UKM yang baik, tetap pemerintahlah yang memastikan adanya kestabilan distribusinya. Sehingga akan sejalan pula dengan produksi. Sebab, tak sedikit rakyat yang kehilangan pekerjaan. Terutama masa pandemi Covid-19. Dan entah sampai kapan pandemi akan berakhir.

Maka, pemerintah perlu memastikan adanya lapangan pekerjaan bagi para suami, sehingga tetap bisa menghidupi keluargnya. Itulah secercah harapan rakyat di sisa masa kepemimpinan. Sebab kepemimpinan itu adalah amanah yang akan dipertanggung jawabkan. Allah Swt. berfirman yang artinya,

"Sungguh Allah menyuruh kalian untuk memberikan amanah kepada ahlinya." (TQS an-Nisa’ [4]: 58).

Kepemimpinan dalam Pandangan Islam

Islam merupakan agama yang sempurna dan paripurna. Artinya, tidak hanya sebatas mengatur perkara ibadah, namun mengatur pula sistem pemerintahannya. Terutama dalam hal kepemimpinan. Pemimpin dalam konteks memimpin suatu negara atau wilayah merupakan amanah. Amanahnya adalah mengurusi hak-hak rakyat. Rasulullah Saw. bersabda, "Imam (pemimpin) itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus." (HR al-Bukhari dan Ahmad).

Maksudnya, para pemimpin yang diberikan wewenang untuk mengurusi kemaslahatan rakyat kelak di yaumul akhir akan dimintai pertanggungjawaban. Apakah mengurusnya dengan baik atau tidak, apakah adil atau tidak, dan sebagainya. Sehingga harus dijalankan sesuai tuntutan Allah SWT dan Rasul-Nya. Selain itu, amanah kepemimpinan yang lainnya adalah menasihati rakyat.

Ini berdasarkan kisah pada masa Rasulullah Saw. dan para khalifah, bahwa para pemimpinlah (khalifah/kepala negara, wali/gubernur, amil/walikota/bupati, panglima tentara) yang setiap Jumat berkhutbah menyampaikan nasihat takwa kepada kaum Muslim. Maka, pemimpin bertugas memastikan bahwa rakyatnya berjalan sesuai dengan aturan Allah Swt. Karena apapun perselisihan yang terjadi di tengah masyarakat, pemimpinlah yang wajib menyelesaikannya hingga tuntas. Sehingga akan menciptakan keharmonisan, keamanan, dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Wallahu'alam bishshawab.

Add comment


Security code
Refresh