Thu05032026

Last updateWIB3_WedAMWIBE_February+0700RFebAMWIB_0AMthWIB1771976133+07:00WedAMWIBE

Aneka

Bahasa Sunda, Kewibawaan Warga Jawa Barat

Nabil (kiri), Raden Hamijaya (tengah), Nana Mulyana (kanan).

Kuningan Terkini - Pernyataan salah satu anggota DPR-RI, Arteria Dahlan yang meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (KAJATI) agar ditindak tegas karena menggunakan Bahasa Sunda, disikapi serius Pendiri Sekolah Penerbangan pertama di Kabupaten Kuningan, Nana Mulyana Latief. Menurutnya, persoalan ini menjadi polemik berkepanjangan bagi masyarakat Jawa-Barat yang dominan penduduknya bersuku Sunda.

“Persoalan Arteria Dahlan, menjadi bahan kajian serta refleksi bagi kita semua terkait sebuah makna Sunda yang memiliki nilai kalungguhan serta kewibawaan bagi masyarakat Jawa-Barat,” kata Nana Mulyana Latief, Kamis (20/01/2022).

Sunda kata Nana, bukan hanya sebuah bahasa, tapi merupakan sebuah kedaulatan wilayah kerajaan pada masa lalu. Masyarakat Kabupaten Kuningan mengenal jati diri Sunda bukan sebagai bahasa pengantar daerah saja, melainkan sebagai jati diri kalungguhan masyarakat adat yang paham akan jati diri nya.

“Kami terus berupaya melakukan pelurusan serta penelurusan terhadap Sejarah dan Budaya lokal yang makin tergerus zaman dan teknologi. Saya berharap, masyarakat Kuningan harus lebih memahami siapa jati diri pendahulu yang membawa Kuningan menjadi sebuah nama Nagari Kuningan,’ paparnya.

Ditempat yang sama, Budayawan Lokal Kesultanan Cirebon, Raden Hamzaiya menjelaskan, makna SUNDA merupakan perwujududan dari sebuah Kerajaan yang berdaulat, jika Kerajaan Sunda berdiri sebagai sebuah wilayah yang berdaulat dengan Ibu Kota Pajajaran. Masyarakat harus lebih paham, jika ada sebuah kekeliruan terhadap pemahaman sebuah kronologis Sejarah.

“Pajajaran adalah Ibu Kota atau pusat kekuasaan daripada Kerajaan Sunda yang dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi,” terangnya.

Jika landasannya pada teori tersebut terangnya, kenapa masyarakat lebih mengenal sebutan Kerajaan Pajajaran daripada Kerajaan Sunda. Berdasarkan teori Robert Von Heine Geldern, kerajaan-kerajaan yang berdiri di wilayah Asia Tenggara pada umumnya lebih dikenal nama ibu kotanya.

“Tentunya, ketika membahas Kerajaan Sunda, maka akan berkaitan dengan Kesultanan Pakungwati yang didirikan oleh Pangeran Cakrabuana selaku anak daripada Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing