Aneka

Hujan Lebat, Jembatan Sidangjawa Amblas

Danramil Cibongbin saat meninjau jembatan yang amblas.

Kuningan Terkini - Akibat hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kuningan, mengakibatkan sejumlah titik di wilayah terkena banjir bandang bahkan musibah longsor. Salah satunya terjadi di jembatan sepanjang 50 meter yang menghubungkan antara desa Sukaharja dan Desa Sindangjawa Kecamatan Cibingbin, terancam ambruk akibat diterjang derasnya luapan air sungai Cijangkelok.

Pantauan di lapangan, setengah dari jalan jembatan yang dibuat permanen sejak tahun 1991 oleh Pemerintah Provinsi jawa Barat tersebut sudah terdapat patahan sekitar 3/4 lebar jalan. Ketika kendaraan roda dua melintasi jembatan tersebut akan terasa goyangan pada badan jembatan, bahkan penyangga jembatan sudah miring karena pondasinya tergerus oleh air sehingga memaksa bagi masyarakat yang melintas harus hati-hati.

Akibatnya jembatan tersebut kini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan tertutup bagi kendaraan roda empat. Karena hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan sejenisnya, maka untuk kendaraan roda empat untuk menuju Desa Sindangjawa dari Kecamatan Cibingbin ataupun sebaliknya harus memutar melewati Kecamatan Cibereum atau Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin yang masing–masing harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer.

“Jembatan ini sudah tidak bisa dilalui mobil, dilalui motor saja sudah bergetar apalagi mobil, nanti bisa roboh,” ujar Nana Mulyana, warga Desa Sukaharja saat melintasi jembatan tersebut kepada KaTer, Kamis (22/1/2015).

Danramil Cibingbin Kapten Kafidin mengaku, tiang penyangga jembatan tersebut mulai amblas saat diketahui oleh warga setempat, dikarenakan pondasi tiang penyangganya tergerus oleh arus sungai Cijangkelok. Untuk menjaga supaya kondisi jembatan tidak putus total, pihaknya terpaksa menutup akses jalan bagi kendaraan roda empat dan mengimbau pengguna kendaraan roda dua untuk berhati-hati.

“Jembatan tersebut amblas sedalam 50 centimeter dengan panjang panjang 20 meter dan lebar dua mete. Kami sudah melaporkan persoalan ini ke dinas terkait, bahkan Wakil Bupati Kuningan hari ini sudah meninjau ke lokasi,” ucap Kafidin.

Menurutnya, jembatan tersebut sudah di rehab pada tahun kemarin sesuai intruksi Bupati Kuningan yang pada musim kemarau. Terpaksa untuk kendaraan roda empat bisa memutar ke jalur lain yang lebih jauh sebelum jembatan tersebut diperbaiki.

“Kalau masih musim hujan tidak mungkin dikerjakan. Karena, walaupun daerah kami dikenal panas, namun ketika hujan turun air sungai Cijangkelok pasti meluap, sehingga pasti mengahambat pekerjaan dan hasilnya tidak maksimal,” katanya.(AND)


Fishing