Aneka

Cari Air Bersih, Warga Tempuh 8 Km

Salah seorang warga desa Cileuya saat memikul air yang di perolehnya dari sumber air yang jauhnya 8 km dari tempat kediamannya.

Kuningan Terkini - Penduduk masyarakat Kabupaten Kuningan khususnya di wilayah timur seperti Desa Cileuya dan Desa Margamukti Cibereum terpaksa harus menempuh jarak hingga delapan kilometer untuk mendapatkan air bersih. Hal ini terjadi sejak krisis air bersih yang melanda daerah itu sejak beberapa bulan terakhir akibat musim kemarau dan kekeringan.

"Kami terpaksa menempuh jarak hingga delapan kilometer menuju mata air disini untuk mendapatkan air,” ucap warga Warga Margamukti, Junaedi (50) saat ditemui KaTer di lokasi mata air yang terletak di dekat areal persawahan jalan raya Luragung Cibingbin, Minggu (9/8/2015).

Untuk mendapatkan air bersih, bagi masyarakat kurang mampu harus rela berjalan kaki menempuh jarak hingga beberapa kilometer menuju lokasi mata air. Namun, bagi masyarakat mampu secara ekonomi mereka menggunakan sepeda motor atau membeli air galon.

"Kami setiap hari harus mendapatkan air bersih untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK)," katanya. Dirinya mengaku, setiap harinya bisa menghabiskan 2 liter bensin untuk mengangkut air bersih menggunakan 2 kompan sedang yang berisi 20 liter setiap wadahnya.

“Paling sedikit saya harus mengambil 5 kompan setiap harinya. Air yang diambil untuk kebutuhan sehari-hari seperti keperluan dapur, karena untuk mandi tidak cukup,” jelasnya.

Kejadian kekeringan ini kata Junaedi, sudah berlangsung rutin setiap tahun ketika datangnya musim kekeringan. Belum adanya bantuan kiriman dari pemerintah setempat, dirinya bersama ratusan warga lainnya harus rela mengambil air bergiliran bahkan hingga mengantri berjam-jam.

“Kalau dulu sewaktu saya masih jadi kepala dusun pernah mengusulkan untuk diberi bantuan air bersih. Tapi untuk sekarang sih memang belum ada bantuan. Padahal di kampung saya saja ada 360 KK,” ujarnya.

Ditempat berbeda, hal serupa dikeluhkan oleh warga Cipancur Kalimanggis Kuningan, Dhian. Dia bersama warga lainnya Unu mengaku di daerahnya kesulitan air bersih. Walaupun ada sumur warga yang masih mempunyai persedian air, itupun relatif sedikit. Bahkan, sesama tetangga harus rela berbagi air bersih yang bersumber dari sumur warga lainnya.

“Kita kesulitan air bersih sejak musim kekeringan tiba. Bahkan, kondisi ini makin mengkhawatirkan dengan tersendatnya saluran air PDAM yang mengaliri setiap rumah warga. Padahal, kita juga sama-sama membayar,” tegasnya diiyakan Unu warga Dusun Wage Cipancur Kalimanggis.(AND)


Fishing